Terkini.id, Jakarta – Salah satu saksi kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat, yakni Muhammad Ramadhanu alias Danu kembali diperiksa polisi di Mapolres setempat selama dua hari berturut-turut.
Adapun hasil dari pemeriksaan tersebut mengungkapkan satu hal mengejutkan yang akhirnya diakui oleh Danu.
Diinformasikan bahwa dalam pemeriksaan lanjutan itu, Danu semakin dicecar melalui belasan pertanyaan mengenai hari sebelum dan sesudah pembunuhan.
Kuasa hukum Danu, Achmad Taufan Soedirjo, mengatakan bahwa kliennya akhirnya mengakui dirinya beberapa saat setelah pembunuhan masuk ke TKP dan membersihkan sejumlah benda yang terkena tetesan darah.
“(Danu) masuk ke TKP, betul. Danu masuk ke dalam rumah, masuk ke TKP dan membersihkan bak. Namun, kita ikut bersyukur karena ini case yang harus kita bongkar,” terang Achmad Taufan, dikutip terkini.id dari Deskjabar via Hops pada Sabtu, 30 Oktober 2021.
- Terungkap! Sosok yang Suruh Danu Bersihkan TKP Subang adalah Anggota Polsek Jalancagak, Ada Apa Sebenarnya?
- Danu Ngaku Tahu Sosok Terduga Pelaku Berjilbab Subang? Anjas: Kalau Benar, Berarti Yosef Terlibat!
- Arwah Amel Subang Beri Petunjuk? Istri Yoris Mimpi Bertemu: Pelaku Berusia 24 Sampai 25 Tahun
- Dicurigai karena Hal Ini, Siapa Gege? Disebut sebagai Mantan Pacar Amel Subang yang Tak Disetujui Keluarga
- Disebut Keceplosan Saat Beri Keterangan, Istri Muda Yosef Diduga Melakukan Kebohongan, Soal Apa?
Menurutnya, pengakuan Danu tersebut bisa dijadikan petunjuk baru bagi kepolisian untuk menemukan siapa pembunuh Tuti dan Amel sebenarnya.
“Sehingga menurut kami, kejadian Danu membersihkan bak harus diusut tuntas. Makanya, saya bersyukur hari ini lebih berfokus di situ.”
Berdasarkan penuturan Danu yang dikisahkan kembali oleh Taufan, sepupu Amel itu masuk ke TKP bukan atas kemauannya sendiri, melainkan ada orang lain yang memerintahnya.
Kala itu, Danu mengira bahwa sosok tersebut merupakan polisi yang ingin mengusut kasus pembunuhan sang sepupu dan tante.
“Tadi, dalam pemeriksaan, Danu menyampaikan kronologisnya secara tegas. Mengapa Danu masuk ke TKP? Karena Danu melihat ada seseorang masuk ke TKP lalu difoto juga.”
Sebelumnya, Danu menyampaikan kesaksian bahwa sesaat setelah pembunuhan, ada sosok terduga polisi yang menyuruhnya masuk ke TKP dan memeriksan kendaraan yang terparkir di halaman.
Namun, tak lama setelahnya, polisi kemudian buka suara dan menentang pernyataan tersebut.
Achmad Taufan beralasan, Danu merupakan sosok muda dengan pendidikan kurang tinggi sehingga kemampuan berpikirnya tak sama dengan orang-orang berpendidikan. Itulah mengapa ia mengira orang lain polisi, padahal sebenarnya bukan.
“Danu melihat dan meyakini itu polisi. Orang itu kan kemampuan berpikirnya beda-beda.”
Saat ini, pihaknya hendak meluruskan bahwa Danu bukannya memberikan kesaksian palsu, melainkan memang salah pengertian saja.
“Kalau saya sekolah sampai S2, saya tahu mana polisi dan mana tidak. Kalau ini, lihat celana bentuk polisi, peralatan polisi, model kayak polisi, sering nongkrong ke kantor polisi, wajar dia sebut itu polisi. Ini yang akan kita luruskan,” pungkas Achmad Taufan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
