Terkini.id, Jakarta – Senin, 15 Maret 2021, Komisi B DPRD DKI Jakarta mengadakan rapat kerja dengan Sarana Jaya.
Dilansir dari Kompas.com, raker tersebut khususnya diagendakan untuk mendengarkan penjelasan Perumda Pembangunan Sarana Jaya terkait pengadaan lahan-lahan yang berpotensi bermasalah setelah mencuatnya dugaan kasus korupsi pengadaan lahan di Munjul, Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung Jakarta Timur.
Namun, dalam rapat justru terungkap kecurigaan baru soal lahan seluas 70 hektare yang disebut sudah dibeli Sarana Jaya.
Awalnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi meminta penjelasan letak lahan seluas 70 hektar tersebut.
“Pak Plt, kan Anda menyebutkan ada 70 hektare (pembelian lahan), dari 70 hektar itu di mana aja tempatnya,” kata Prasetio kepada Plt Direktur Utama Pembangunan Sarana Jaya, Indra Sukmono.
- Ferdinand: Setelah Novel Tak Lagi Megang Kasus di KPK, Baru Tersangka Kasus Rumah DP 0 Diumumkan
- Desak KPK Usut Tuntas Masalah Anggaran DKI Jakarta, Ferdinand: Jangan Pura-Pura Buta Tuli Kalian
- Soal Korupsi Pengadaan Lahan oleh Sarana Jaya, Ferdinand Hutahaean: Tangkap Anies
- Soal Pemeriksaan Anies dalam Korupsi Rumah DP 0 Persen, KPK: Siapa pun Saksi akan Kami Periksa
- Soal Korupsi Proyek Rumah DP Nol Persen, Yusuf Muhammad: Ini Gubernur Seiman Justru Ngumpet
Prasetio mengatakan apabila sudah disebut angka luasan lahan yang sudah dibeli, maka seharusnya letak lahan tersebut bisa diketahui.
“Kalau Anda sudah berani menyebutkan 70 hektare, nah (data) itu aja kasih ke kita. Karena ini harus diklarifikasi pak,” kata Prasetio.
Dicecar pertanyaan lokasi lahan 70 hektar tersebut, Indra Sukmono hanya diam dan terlihat bingung berbincang dengan beberapa stafnya.
Pimpinan sidang yang juga Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Abdul Aziz kemudian menanyakan kapan pihak Pembangunan Sarana Jaya siap memaparkan data terkait letak lahan 70 hektare.
“Kapan bapak bisa siap datanya,” kata Aziz.
Aziz mengatakan, apabila dalam seminggu data tersebut bisa disiapkan, maka rapat kerja akan ditunda dan dilanjutkan pekan depan.
Indra Sukmono mengatakan tidak menyanggupi waktu sepekan yang ditawarkan oleh Aziz.
“Kalau boleh paling lambat satu bulan,” kata Indra.
Mendengar jawaban tersebut, Prasetio lalu mencurigai bahwa apa yang dipaparkan Indra soal pembelian lahan 70 hektar adalah data bodong.
“Berarti paparan bodong yang 70 hektare,” ujarnya.
Denny Siregar yang membaca pemberitaan terkait tanah tersebut pun membagikannya di Twitter.
“Haha data pembelian tanah ternyata bodong, sodara-sodara. Anies mana aniesssss,” tulinya di akun Twitter @Dennysiregar pada Selasa, 16 Maret 2021.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
