Data Tanah 70 Hektare yang Dibeli Sarana Jaya Disebut Bodong, Denny Siregar: Anies Mana Anies?

Data Tanah 70 Hektare yang Dibeli Sarana Jaya Disebut Bodong, Denny Siregar: Anies Mana Anies?

R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Awalnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi meminta penjelasan letak lahan seluas 70 hektar tersebut.

“Pak Plt, kan Anda menyebutkan ada 70 hektare (pembelian lahan), dari 70 hektar itu di mana aja tempatnya,” kata Prasetio kepada Plt Direktur Utama Pembangunan Sarana Jaya, Indra Sukmono.

Baca Juga

Prasetio mengatakan apabila sudah disebut angka luasan lahan yang sudah dibeli, maka seharusnya letak lahan tersebut bisa diketahui.

“Kalau Anda sudah berani menyebutkan 70 hektare, nah (data) itu aja kasih ke kita. Karena ini harus diklarifikasi pak,” kata Prasetio.

Dicecar pertanyaan lokasi lahan 70 hektar tersebut, Indra Sukmono hanya diam dan terlihat bingung berbincang dengan beberapa stafnya.

Pimpinan sidang yang juga Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Abdul Aziz kemudian menanyakan kapan pihak Pembangunan Sarana Jaya siap memaparkan data terkait letak lahan 70 hektare.

“Kapan bapak bisa siap datanya,” kata Aziz.

Aziz mengatakan, apabila dalam seminggu data tersebut bisa disiapkan, maka rapat kerja akan ditunda dan dilanjutkan pekan depan.

Indra Sukmono mengatakan tidak menyanggupi waktu sepekan yang ditawarkan oleh Aziz.

“Kalau boleh paling lambat satu bulan,” kata Indra.

Mendengar jawaban tersebut, Prasetio lalu mencurigai bahwa apa yang dipaparkan Indra soal pembelian lahan 70 hektar adalah data bodong.

“Berarti paparan bodong yang 70 hektare,” ujarnya.

Denny Siregar yang membaca pemberitaan terkait tanah tersebut pun membagikannya di Twitter.

“Haha data pembelian tanah ternyata bodong, sodara-sodara. Anies mana aniesssss,” tulinya di akun Twitter @Dennysiregar pada Selasa, 16 Maret 2021.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.