Soal Korupsi Proyek Rumah DP Nol Persen, Yusuf Muhammad: Ini Gubernur Seiman Justru Ngumpet

Soal Korupsi Proyek Rumah DP Nol Persen, Yusuf Muhammad: Ini Gubernur Seiman Justru Ngumpet

R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Yusuf Muhammad turut mengomentari terkait kasus korupsi pengadaan lahan Rumah DP 0 Rupiah di Munjul, Jakarta Timur, yang menyeret Dirut PT Pembangunan Sarana Jaya Yoory C Pinontoan.

Yusuf mempertanyakan di mana keberadaan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta yang juga mengusung Program Rumah DP Nol Rupiah ini sejak masa kampanye.

“Banyak publik yang bertanya ke mana aliran dana korupsi pengadaan lahan yang nilainya mencapai 1 triliun rupiah. Apakah Gubernur seiman terlibat? Dan ke mana Gubernur seiman ketika kasus ini mencuat ke media, diperbincangkan banyak orang?” kata Yusuf mengawali di video yang diunggah YouTube 2045 TV pada Senin, 15 Maret 2021.

Yusuf menyoroti bahwa pihak yang justru tampil memberikan pernyataan terkait korupsi ini adalah Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria.

Padahal, menurut Yusuf, Anies tampil paling depan saat Jakarta menerima penghargaan.

Baca Juga

“Ini justru yang muncul, yang sering muncul, ini adalah wakil Gubernur Jakarta? Nah ke mana Gubernur DKI Jakarta ketika kasus sedang mencuat?”

“Hal ini kok berbeda ketika misalnya ada penghargaan apa gitu, ya kan. Ini justru yang muncul, yang terdepan itu Gubernurnya.”

“Nah ketika ada masalah seperti ini, yang menyangkut korupsi pengadaan lahan yang rencananya akan digunakan untuk pembangun rumah DP nol persen, program dari andalan Anies Baswedan. Ini Gubernur seiman justru ngumpet,” katanya.

Terakhir, Yusuf menyampaikan agar Anies tidak berkelit dan mengatakan tidak terlibat dalam kasus korupsi pengadaan lahan tersebut.

“Jangan cuma Wakil Gubernurnya saja yang disuruh maju untuk bicara soal ini. Jangan kemudian berkelit, mengatakan bahwasanya tidak terlibat dalam hal ini. Ya pada saat nanti, kebenaran akan menemukan jalannya,” ujarnya.

Sebagai catatan, sebelumnya Riza Patria telah menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang menunggu hasil penyidikan Komisi Pemberantas Korupsi atas kasus korupsi tersebut.

“Kami menunggu hasil dari KPK. Kami tidak ingin mendahului, kami beri kesempatan pada Saudara Yoory untuk mengklarifikasi, menjelaskan fakta dan data setelah itu baru nanti kami diskusikan,” kata Riza pada Jumat, 12 Maret 2021, dilansir dari Tempo.

Riza juga menyebutkan bahwa dirinya dan Gubernur Anies Baswedan tidak mengetahui proses pengadaan tanah oleh PT Pembangunan Sarana Jaya, termasuk yang ada di Munjul, Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur.

“Kami, pak gub, saya dan jajaran itu tidak masuk wilayah teknis, kami membuat kebijakan secara umum saja, pengendalian banjir misal, secara teknis dinas terkait,” kata Riza.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.