Terkini.id, Jakarta – Ferdinand Hutahaean kembali bicara soal dua masalah anggaran di DKI Jakarta yaitu dana Formula E dan dugaan korupsi pengadaan lahan Rumah DP Nol Persen.
Lebih spesifiknya, Ferdinand menilai bahwa dana Formula E hingga kini tidak jelas.
Sementara itu, ia juga menilai bahwa ada keterkaitan Anies Baswedab dengan korupsi pengadaan lahan Rumah DP Nol.
Ferdinand mengkritik keras agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengusut tuntas kedua permasalahan tersebut.
“Setelah ini, publik menunggu @KPK_RI membuka dan mengusut tuntas Dana Formula E Jakarta yang hingga kini tak jelas nasibnya, dan Korupsi pembelian lahan Rumah DP 0% yang landasan hukumnya Keputusan Gubernur DKI Jakarta @aniesbaswedan. JANGAN PURA-PURA BUTA TULI KALIAN..!!” cuitnya di @FerdinandHaean3 pada Sabtu, 27 Maret 2021.
- Ferdinand Hutahaean: Anies Baswedan Tak Akan Jadi Presiden Paling Jadi Pengurus ACT
- Tanggapi Instruksi Anies soal Pengerjaan Sumur Resapan, FH: Padahal Buzzer-Buzzer Balai Kota sudah Muji-Muji
- Usul Anies Diberi Rekor MURI, FH: Sebagai Gubernur Tercuek terhadap Masalah Banjir
- Sindir Anies, FH: Cuma Bisa Mbacot, Ternyata Firaun Jauh Lebih Hebat
- Sindir Anies, FH: Mungkin Saat Itu Kau Merasa Bisa Bodohin Rakyat, Setelah Ini Tak Bisa Lagi
Terpantau melalui akun Twitter-nya, Ferdinand memang beberapa kali mendorong KPK untuk memeriksa Anies Baswedan terkait korupsi pengadaan lahan.
“Korupsi pembelian lahan ini sangatlah mudah dibongkar. Kalau @KPK_RI benar serius mau membuka korupsi ini tanpa pandang bulu, dalam 3 bulan dugaan saya akan ada deretan tersangka dari bawah hingga ke atas. Dari pejabat BUMD, Pejabat Pemprov DKI, Gubernur hingga DPRD,” cuitnya pada Rabu, 24 Maret 2021.
Ferdinand meyakini bahwa Anies tidak mungkin tidak tahu soal proses pengadaan lahan yang kini tersandung korupsi tersebut.
“Korupsi Rumah DP 0% di Munjul Pondok Rangon sekitar 50% dari total pembelian. Dari belanja +/- Rp.217 M, kerugian negara diduga +/- Rp.100 M. Ada selisih harga +/- Rp.5,2 Jt/Mtr. Ini korupsi gila dan paling nekad,” tulisnya di Twitter @FerdinandHaean3, pada Senin, 15 Maret 2021.
“Tidak mungkin Gubernur tak mengetahui proses pengadaan ini. Bohong!” tambahnya.
Sementara itu, KPK memberi jawaban diplomatis ketika ditanya soal kemungkinan memeriksa Anies.
“Saya kira siapa pun saksi itu yang melihat yang merasakan akan kami periksa,” kata Ali Fikri ketika ditanya apakah akan memanggil Anies, pada Senin, 15 Maret 2021, dilansir dari Tempo.
Lebih lanjut, Ali mengatakan bahwa pemanggilan saksi tergantung kepada kebutuhan penyidikan.
“Kebutuhan untuk membuktikan unsur pasal yang disangkakan kepada para tersangka,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
