Terkini.id, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menduga kuat bahwa sebagian dari 279 data penduduk Indonesia yang bocor dan diperjualbelikan berasal dari Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Juru Bicara Kominfo, Dedy Permadi mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan analisa terhadap satu juta sampel data yang dibagikan secara gratis oleh akun bernama Kotz.
Dari satu juta data itu, terang Deddy, sebanyak 100.002 data penduduk Indonesia telah terkonfirmasi.
“Bahwa 100.002 data pribadi ini diduga kuat berasal dari data BPJS Kesehatan,” ujar Dedy pada Jumat, 21 Mei 2021, dilansir dari CNN Indonesia.
Dedy menyampaikan bahwa data yang diduga bocor, yakni nomor kartu peserta BPJS, kode kantor BPJS, data keluarga, tanggungan jaminan kesehatan, hingga status pembayaran jaminan.
Sebagai tindak lanjut, Kominfo telah melayangkan perintah pemanggilan kepada direksi BPJS Kesehatan untuk meminta klarifikassi perihal data yang bocor di Raid Forums itu
“Pada hari ini Kominfo akan memanggil direksi BPJS Kesehatan untuk menyampaikan penjelasan terkait dengan dugaan kebocoran data ini,” ujar Dedy.
Ia juga mengungkapkan bahwa 279 juta data yang bocor merupakan gabungan dari sumber-sumber lain, bukan sepenuhnya data milik BPJS Kesehatan.
Adapun soal Kotz yang menawarkan 279 data itu, Deddy mengungkapkan bahwa pengguna akun tersebut memang adalah penjual dan pembeli data-data pribadi.
Kata Dedy, Kotz tidak hanya dari membeli dan menjual data pribadi di Indonesia, namun juga di negara-negara lain lewat Raid Forums.
“Berdasarkan jejak digital yang ditelusuri oleh Kominfo maka user benama Kotz telah melakukan aktivitas pembelian dan penjualan data pribadi dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir,” bebernya.
Sebelumnya, warganet dihebohkan oleh akun bernama Kotz di Raid Forum yang menawarkan 279 juta data penduduk Indonesia pada 12 Mei 2021.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
