Terkini.id, Jakarta – Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri, Zudan Arif Fakrullah memastikan bahwa tidak ada kebocoran data dari Dukcapil Kemendagri.
Hal itu ia katakan sebagai respons terhadap informasi bahwa ada 279 juta data penduduk Indonesia yang diperjualbelikan di Raid Forum.
“Bukan data kami. Kami sudah cek data centre kami tidak ada log dan traffic yang mencurigakan,” katanya Zuldan Arif pada Kamis, 20 Mei 2021, dilansir dari Sindo News.
Zuldan Arief memastikan bahwa pengamanan data kependudukan di Dukcapil akan terus ditingkatkan.
“Ciber security itu dinamis sekali. Kami terus waspada dan meningkatkan pengamanan terus menerus,” katanya.
- Hakim MK Minta Dukcapil Berikan Solusi Masalah Pernikahan Beda Agama
- Kemendagri Beri Alasan Soal Aturan Nama di E-KTP
- Dirjen Dukcapil Harap Peserta Pemilu 2024 Berikan Keterangan Tak Punya Paspor Asing
- Masa Garansi Suku Cadang Habis, Hampir 200 Juta Data Kependudukan Terancam Hilang
- Mau Pindah Domisili Kini Tak Perlu Suket RT RW, Ini Syaratnya
Untuk memastikan lebih jauh, Zudan juga berencana melakukan rapat dengan berbagai lembaga pengguna mitra Dukcapil.
Seperti diketahui, data Dukcapil juga diakses oleh beberapa lembaga untuk kebutuhan verifikasi.
“Kami, pekan depan, akan rakornas dengan lembaga pengguna mitra Dukcapil,” kata Zudan Arif.
Sebelumnya, isu kebocoran data memang merebak saat sebuah akun bernama ‘Kotz’ di Raid Forum menawarkan data pribadi yang ia klaim sebagai milik 279 juta penduduk Indonesia.
Sebagai catatan, Raid Forum adalah situs yang mudah diakses siapa saja karena bukan merupakan situs gelap atau situs rahasia (deep web).
Dilansir dari Kompas, Kotz menerangkan bahwa data yang ia tawarkan itu berisi Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor ponsel, e-mail, alamat, dan gaji.
Selain itu, dari data 279 juta orang yang ditawarkan, 20 juta di antaranya disebut memuat foto pribadi.
Kotz juga mengklaim bahwa 279 data itu termasuk data penduduk Indonesia yang telah meninggal dunia.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
