Datang Jadi Relawan di Lutra, Dokter Ini Malah Dicaci dan Dituduh Cari Proyek

Datang Jadi Relawan di Lutra, Dokter Ini Malah Dicaci dan Dituduh Cari Proyek

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkini.id, Luwu Utara – Datang untuk memberi bantuan kepada korban bencana di Masamba, Luwu Utara, seorang dokter yang juga relawan mendapat cacian di media sosial.

Dokter Hisbullah Amin, menjadi bahan bullian dan tudingan miring lantaran komentarnya yang mengkritisi relawan tak menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) saat mengevakuasi korban banjir di Masamba.

Cacian terhadap Hisbullah Amin muncul karena ketidakpahaman banyak netizen atau warganet di media sosial tentang maksud APD yang dijelaskan Hisbullah.

Datang Jadi Relawan di Lutra, Dokter Ini Malah Dicaci dan Dituduh Cari Proyek

Dokter Spesialis Anestesi Jebolan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin ini memang kerapkali menjadi relawan di sejumlah peristiwa kebencanaan bersama Prof Idrus Paturusi, mantan Rektor Universitas Hasanuddin.

Baca Juga

Saat turun di Masamba, dia mengimbau relawan untuk menggunakan APD untuk memutus penyebaran covid-19. Imbauannya itu dimuat dalam tayangan livestreaming dan disebarkan ribuan kali oleh netizen.

Banyak netizen mengira APD yang dimaksud adalah pakaian hazmat atau akrab dengan istilah pakaian astronot.

Timbullah makian kepada Hasbullah. Ada netizen yang meminta dia pulang saja, bahkan ada yang menuding ke Masamba untuk mencari proyek.

“Menjadi masalah, saat dihimbau untuk menggunakan APD, di zaman pandemi Covid-19 ini, orang mempersepsikan APD Covid adalah hazmat atau pakaian seperti astronout itu. Sebenarnya hazmat hanyalah salah satu bentuk APD yang biasa digunakan tenaga medis untuk memproteksi diri,” terangnya lewat tulisan klarifikasi di media sosial.

Dia menerangkan, yang dia sampaikan adalah murni protokol covid-19 yang memang harus dijalankan, termasuk di lokasi bencana. Kata dia, menggunakan masker juga sudah termasuk menggunakan APD.

“Kalau kita berbicara tentang APD untuk pelayanan di masa pandemi ini, ada 3 level. Yaitu level 1 sampai level 3. Nah bagaimana penerapan APD masing2 level ini? Tergantung resiko ian tempat pelayanan. Level 3 biasanya di ruang isolasi atau ruang lain yang sangat beresiko. Level 1 pada tempat pelayanan umum dengan resiko rendah,” tulisnya lagi.

Dituding Cari Proyek dan Mata Duitan

Makian terhadap dokter Hasbullah ramai di media sosial dalam tiga hari terakhir. 

Makian tersebut muncul di kolom komentar postingan klarifikasi dokter Hisbullah di facebook. Hasbullah pun mengunggah komentar-komentar itu.

“Gobloknya jadi orang sekolah tinggi-tinggi tapi tingkat kecoblokannya luar biasa. Itu korban bencana bukan korban covid maupun dalam pandemi tidak masuk rumus juga itu bencana alam dimasukkan jadi korban covid,” tulis Muhammad Ishak.

“Semoga bukan anda salah satunya,” tulis netizen Andy Ji Cez memosting berita tentang dugaan Rumah Sakit sengaja membuat pasien postif covid-19 untuk dapat uang.

“Kau tinggalkan Luwu Utara secepatnya dengan tim pocongmu. Kalau tidak mau, bisa-bisa relawan atau orang Luwu Utara yang tenggelamkan kau di lumpur. Baru kamu yang dikubur protap covid. Tidak berperikemanusiaan,” tulis Herman Katana.

Menanggapi berbagai tudingan tersebut, Penanggung Jawab Rumah Sakit Darurat Covid-19 Makassar ini mengaku santai saja.

Saya sih santai saja terhadap ancaman pembunuhan, cacian, bullyan, fitnahan, pencemaran nama baik tersebut.

“Jika mereka mengatakan saya bodoh, goblok perlu sekolah lagi dan lain-lain tidak apa-apa, mungkin mereka-mereka itu lebih pintar, saya pun tidak pernah mengatakan saya ini pintar. Bidang kedokteran adalah pembelajaran seumur hidup sehingga memang saya akan belajar sepanjang hayat sampai ke liang lahat,” tulisnya lagi.

Datang Jadi Relawan di Lutra, Dokter Ini Malah Dicaci dan Dituduh Cari Proyek

“Jika ada yang tidak senang dengan imbauan saya ya tidak apa-apa, namanya juga cuma saran. Dilaksanakan silahkan tidak dilaksanakan juga tidak masalah, toh saya bukan siapa-siapa, saya hanya sebatas relawan.

Kalau ada yang tersinggung atau merasa dirugikan dengan tulisan dan ucapan saya, dengan ini saya mohon maaf,” tutupnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.