Datangi Polda Jabar, Bahar Smith: Keadilan dan Demokrasi Sudah Mati

Terkini.id, Jakarta – Sebuah video yang memperlihatkan pendakwah kontroversial Habib Bahar Smith tiba datangi Polda Jabar dan langsung berbicara di hadapan sejumlah awak media, viral di media sosial.

Video Bahar Smith datangi Polda Jabar untuk memenuhi panggilan pemeriksaan terkait dugaan ujaran kebencian itu viral usai diunggah pengguna Twitter Bambangmulyono2, seperti dilihat pada Senin 3 Januari 2022.

Dalam narasi cuitannya, netizen itu menilai Bahar Smith tidak pantas berbicara soal keadilan lantaran perbuatannya di masa lalu yang menganiaya anak di bawah umur.

Baca Juga: Diduga Terdapat Bom dan Senjata Api di Jalan Asia Afrika...

“Bagi saya orang seperti ini tidak pantas ngomong tentang keadilan, yang notabene telah menganiaya anak di bawah umur,” cuit netizen Bambangmulyono2.

Dilihat dari video itu, tampak awalnya Bahar Smith turun dari mobil saat tiba di Polda Jabar. Ia pun langsung disambut oleh sejumlah awak media.

Baca Juga: Bagi Haikal Hassan, Presiden Indonesia Adalah Jokowi Bukan Prabowo Subianto

Kepada media, Bahar menegaskan bahwa selama ini dirinya tak pernah mangkir dari panggilan pihak kepolisian.

“Yang perlu diketahui, selama ini saya tidak pernah mangkir dari panggilan. Dari zaman dulu sampai sekarang,” ujar Bahar Smith.

Oleh karena itu, kata Bahar, jika ada pihak yang menyebutnya pernah mangkir dari penyidikan polisi maka hal itu adalah hoaks.

Baca Juga: Bagi Haikal Hassan, Presiden Indonesia Adalah Jokowi Bukan Prabowo Subianto

“Jadi kalau ada yang bilang Habib Bahar mangkir-mangkir itu hoaks. Di Bareskrim, di Cyber Crime saya selalu hadir. Karena saya sebagai warga negara yang baik harus kooperatif,” tegasnya.

Bahar pun lantas menyebut, andaikan dirinya usai diperiksa langsung ditahan maka dirinya menilai hal itu merupakan bukti bahwa keadilan dan demokrasi di Indonesia sudah mati.

“Andaikan, jikalau nanti saya ditahan, jikalau nanti saya tidak keluar dari ruangan atau dipenjara, maka sedikit saya sampaikan bahwasanya ini adalah bentuk bahwa keadilan dan demokrasi sudah mati di negara kesatuan Republik Indonesia,” tuturnya.

Pasalnya, menurut Bahar Smith, pelaporan terhadap dirinya begitu cepat diproses Polda Jabar. Sementara, banyak penista agama yang sudah dilaporkan sampai saat ini tidak diproses hukum.

“Sebab kenapa? Saya dilaporkan secepat kilat, sementara banyak penista-penista Allah, penista agama dilaporkan tapi tidak diproses sama sekali,” ujarnya.

Bagikan