Terkini.id, Jakarta – Situasi dan kondisi politik di Indonesia semakin menggema jelang Pilpres 2024 mendatang. Berbagai koalisi telah dilakukan oleh partai-partai politik sampai munculnya deklarasi calon presiden dari sejumlah oknum.
Perihal deklarasi capres yang beberapa waktu muncul, sepertinya masyarakat harus lebih waspada dalam menanggapi hal tersebut.
Dedi Kurnia selaku Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) mengatakan bahwa ada dua sisi yang muncul dari deklarasi capres tersebut.
Sisi baik dari deklarasi capres adalah masyarakat bisa ikut berperan aktif untuk memunculkan seorang pemimpin yang ideal.
Namun sisi buruknya, deklarasi capres tersebut bisa menimbulkan kampanye hitam yang muncul dari lawan politik. Contoh yang paling nyata menurut Dedi adalah deklarasi capres yang mendukung Anies Baswedan.
- Pekan ini PKB Sulsel Akan Bentuk Tim Desk Pilkada 2024 dan Akan Membuka Pendaftaran
- KPU Resmi Umumkan Pemenang Pilpres 2024, Anies Baswedan: Kita Dukung Langkah Tim Hukum!
- Pilpres Terburuk Dalam Sejarah Republik
- Data Masuk 11 Persen, Prabowo-Gibran Unggul di 20 Kabupaten/Kota di Sulsel
- Real Count, Prabowo-Gibran Unggul di 33 Provinsi di Indonesia
Deklarasi capres yang belakangan menjadi buah bibir datang dari Majelis Sang Presiden dan FPI Reborn yang dinilai sebagai agenda settingan belaka.
“Artinya antusiasme yang direkayasa yang kemudian berbuah sebagai propaganda hitam. Salah satunya misalkan yang terjadi kepada Anies Baswedan ini,” ujar Dedi kala melakukan diskusi daring CrossCheck yang dilansir dari Suara.com, Minggu 12 Juni 2022.
Dedi menilai deklarasi yang dibuat oleh oknum tertentu jelang Pilpres 2024 adalah bagian dari industri dan bisnis. Deklarasi capres seperti ini seolah ada yang menjadi penggeraknya.
Dirinya menuturkan bahwa oknum yang sama bisa menggerakkan sejumlah deklarasi bahkan dalam mengusung pemimpin yang berbeda.
“Nah ini kan sudah sangat industrial sekali,” ujar Dedi.
Dedi melanjutkan bahwa jika oknum tersebut memang ditujukan untuk melakukan keonaran untuk bisa menjatuhkan seseorang.
“Ketika orientasinya itu adalah tidak benar, artinya membuat kegaduhan, bahkan menjatuhkan narasi, menjatuhkan reputasi dan juga citra dari tokoh tersebut maka bisa kita masukkan ke dalam kategori propaganda hitam itu tadi,” lanjut Dedi.
Perihal dengan deklarasi untuk mendukung Anies sebagai capres yang dinilai settingan, Dedi mengungkapkan bahwa citra Anies bisa terdampak karena hal tersebut.
“Inilah mungkin tujuannya adalah ketika Anies didukung oleh kelompok yang mayoritas dibenci oleh kelompok yang lain, mau tidak mau imbasnya adalah Anies akan ikut dibenci kira-kira begitu,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
