Delapan Pelaku Penculik Ninoy Si ‘Buzzer Jokowi’ Ditangkap Polisi

Ninoy
Ninoy Karundeng 'Si Buzzer Jokowi'. (Foto: Istimewa)

Terkini.id, Jakarta – Ninoy Karundeng, wartawan yang disebut ‘buzzer Jokowi’ sontak membuat heboh media sosial dan menjadi perbincangan hangat publik lantaran dirinya mengaku telah diculik dan dianiaya oleh sekelompok orang saat aksi demonstrasi pada September 2019, lalu.

Belakangan, diketahui Ninoy saat itu dikeroyok di tengah aksi massa di Pejompongan Jakarta, lalu dibawa ke sebuah masjid yang belakangan diketahui merupakan Masjid Al Falah.

Pihak kepolisian sendiri saat ini sudah menangkap para penculik Ninoy. Total sudah 8 tersangka yang diamankan Polda Metro Jaya.

“Saat ini sudah 8 tersangka diamankan,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto kepada awak media, Minggu, 6 Oktober 2019.

Namun, Suyudi enggan menjelaskan kapan dan di mana para tersangka diamankan. Suyudi juga mengungkapkan bahwa para tersangka masing-masing memiliki peran yang berbeda-beda.

“Tersangka yang diamankan ABK, RF, dan IA. Perannya masing-masing ada,” jelas Suyudi.

Diketahui, sebelum tersangka ABK, RF dan IA, polisi sudah lebih dulu mengamankan RF dan S asal Jakarta. Kedua tersangka disebut-sebut sebagai anggota Ormas.

Komentar

Rekomendasi

Hendak ke Raja Ampat, Turis Asal China Dilarikan ke RS karena Diduga Terinfeksi Corona

Beredar Potret Papan Pengumuman Aturan Parkir Khusus Muslim di Sumut

56 Pasien Virus Corona di China Meninggal Dunia, 2.000 Orang Positif Terinfeksi

Penampakan Wuhan seperti Kota Mati, Mahasiswi Indonesia Mengaku Terjebak

Sempat Sebut Virus Korona sudah Dikendalikan, Dokter Ahli Ini Malah Tertular lewat Mata

Alasan-alasan Virus Corona Berasal dari Lab Senjata Biologi China di Wuhan yang Bocor

Ngerinya Penyebaran Virus Corona: China Batalkan Perayaan Imlek, 1.400 Orang Terinfeksi

Ada Dugaan Korupsi Miliaran Rupiah di Perumda Air Minum Kota Makassar

Himasera FSD UNM Gelar Pameran bersama Seni Rupa Art Collabs 2020

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar