Terkini.id, Jakarta – Presiden PKS Ahmad Syaikhu, menyinggung perihal utang Pemerintah di masa Pemerintahan Jokowi pada pidato akhir tahunannya.
Pidato yang disampaikan pada hari Kamis, 30 Desember 2021, Ahmad Syaikhu mengatakan bahwa Jokowi akan mewariskan utang negara hingga Rp10 ribu triliun kepada pemimpin selanjutnya.
Ia juga menjelaskan bahwa per September 2021, utang Pemerintah telah mencapai Rp6.711 triliun.
“Artinya, dalam 10 tahun pemerintahan Joko Widodo akan mewariskan tambahan utang negara lebih dari Rp7 ribu triliun,” ujar Syaikhu dikutip dari CNN Indonesia pada hari Minggu, 2 Januari 2022.
“Siapa pun Pemimpin yang akan terpilih nanti di 2024, maka mereka akan mewarisi beban utang yang begitu besar,” imbuh Presiden PKS itu lagi.
- Sindir BEM UI, Hendrawan Supratikno: Mahasiswa yang Benar Tidak Lempar Opini Asal-asalan!
- Soal Ucapan Habib Rizieq Shihab, Senior PDIP: Pengulangan Dibumbui Retorika Baru
- Rocky Gerung Sebut Ganjar Akan Kalah, Politikus Senior PDIP: Filsuf Tidak Dilarang Berimajinasi
- Proyek IKN Nusantara Terancam Mandek? Dua Konsorsium Bersiap Mundur Susul Softbank
- Megawati Banjir Hujatan Perkara Minyak Goreng, PDIP Membela: Jangan Dipelintir atau Dipelesetkan, Bu Mega Itu Punya Obsesi agar ....
Menanggapi hal tersebut, Hendrawan Supratikno selaku Anggota Komisi XI DPR dari fraksi PDIP, tidak menyalahkan perkataan Ahmad Syaikhu yang memperhitungkan soal utang Pemerintah.
“Perkiraan PKS masuk akal, karena jumlah utang pemerintah pusat ada pada kisaran angka tersebut. Pernyataan Pemerintahan Jokowi banyak berutang juga tidak salah,” katanya yang dikutip dari CNN Indonesia pada hari Minggu, 2 Januari 2022.
Namun Hendrawan menegaskan beberapa poin, yang menurutnya masih harus diluruskan.
Poin tersebut adalah jumlah hutang yang mencapai angka sekian, bukanlah sepenuhnya dibuat dalam masa Pemerintahan Jokowi.
Menurutnya, komponen utang negara juga berasal dari APBN dengan judul ‘pembiayaan’, yang dalam prosesnya juga melalui persetujuan dari pihak DPR.
“Yang salah adalah menyatakan bahwa semua utang itu dibuat Jokowi, atau Jokowi menyalahgunakan utang tersebut,” tegasnya lagi.
Menurutnya juga biaya yang dikeluarkan memiliki tujuan yang jelas, untuk mendorong infrastruktur, membangun koneksitas dan produktivitas.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
