Terkini.id, Bogor – Seorang siswa SMA di Bogor, rela menjual ayam kesayangannya demi bisa membeli ponsel. Siswa tersebut harus menjual ayam kesayangannya untuk belajar online dari rumah.
Siswa bernama Deni Mulyadi ini pun harus merelakan kehilangan ayam satu-satunya yang telah ia rawat demi tetap bisa belajar.
Siswa Madrasah Aliyah Matla’ul Anwar, Rumpin, Parung, Kabupaten Bogor tersebut terkendala fasilitas selama proses pembelajaran di sekolahnya dilakukan secara online.
Pasalnya, siswa 14 tahun itu tidak punya ponsel pintar yang membantunya tetap terkoneksi dengan guru selama proses pembelajaran jarak jauh.
Ayahnya sudah meninggal, sementara ibu Deni bekerja sebagai penjual pensil yang hanya menghasilkan Rp 10 ribu rupiah per hari.
- Bersama Bergerak Membangun Desa, Semangat Gotong Royong Menjadi Kekuatan Utama TMMD ke-128 Jeneponto
- ARYADUTA Makassar Kampanyekan Hidup Sehat Lewat "Tjakap Djiwa"
- Kokoh Berjuang, Bersama Menuju Kemenangan, Muscab IX PPP Jeneponto Sukses Digelar, PAC Dukung Pimpinan Berkelanjutan
- Gubernur Sulsel Sabet Award Nasional, Program MYP Jadi Bukti Nyata Pembangunan Infrastruktur
- Bahas Penyakit Mematikan, RSUP Wahidin Hadirkan Pakar Dunia di WISE 2026
Mereka tinggal di sebuah rumah berdinding kayu bekas hasil pemberian tetangga.
Beban terasa bertambah berat karena pandemi yang tak kunjung usai membuat aktivitas jual beli ibu Deni tersendat. Tidak berjualan berarti tidak ada penghasilan. Sepuluh ribu sehari pun terasa begitu sulit didapatkan.
“Jangankan beli hape, buat makan aja cuma kebeli seliter beras sehari,” ujar Munawaroh, ibu Deni, lewat akun Facebook We Cares, Kamis 6 Agustus 2020 seperti dikutip dari suaradotcom.
Kondisi ekonomi keluarga tersebut yang membuat Deni harus merelakan ayam kesayangannya dijual.
“Saya mau jual ayam buat beli HP, soalnya ibu engak punya uang dan saya kepingin lanjut sekolah,” kata Deni.
Kisah Deni ini kemudian banyak dibagikan di sejumlah sosial media dan menarik perhatian warganet.
Tak sedikit warganet yang meminta agar sistem pendidikan selama pandemi diubah agar tidak kian menyengsarakan warga miskin.
“Mohon lah dikaji lagi Pak Jokowi dan Pak Menteri Nadiem mengenai sistem pendidikan yang sekarang. Ini hanya contoh kecil, masih banyak lagi kasus warga miskin yang kesulitan untuk belajar daring. Jangan hanya melihat yang mampu. Banyak di luar sana masyarakat/orangtua yang untuk nyari makan dan biaya sekolah anaknya aja sudah susah,” tulis seorang warganet di kolom komentar akun Instagram @ndorobeii.
“Nah yang kayak begini dikasih BLT dari sekolah, cek data anak-anak dari keluarga kurang mampu, agar dapat bantuan untuk sekolah daring pinjemin HP khusus untuk belajar sekalian kuotanya,” tulis warganet lain mengusulkan.
“Ya Allah, semoga pembelajaran tatap muka bisa segera diberlakukan dengan protokol kesehatan,” imbuh warganet mendoakan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
