Terkini.id, Jakarta – Seorang netizen yang juga merupakan seorang dosen membagikan analisisnya terkait Taliban yang kembali menguasai Afganistan.
Adapun hal tersebut ia sampaikan melalui media sosial Facebook-nya, sebagaimana dilihat terkini.id pada Selasa, 17 Agustus 2021.
“Taliban kembali menguasai Afghanistan. Apa ini artinya?” buka sang netizen dengan nama akun Kaklong Pontianak tersebut.
Menurutnya, itu artinya para perempuan Afganistan akan menjadi korban pertama kembalinya kekuatan kejam yang mengatasnamakan agama.
“Artinya, para perempuan Afghan akan menjadi korban pertama dari kembalinya kekuatan kejam, keras, kasar, dan primitif yang mengatasnamakan agama.”
- Di Bawah Kekuasaan Taliban, Hukuman Mati Ancam Kaum LGBT
- Ngaku Mau Rapat, Presiden Afghanistan Kabur ke Oman Tinggalkan Rakyatnya
- Berkuasa, Kini Beredar Video Taliban Bebaskan Ribuan Tahanan ISIS dan Al Qaeda dari Penjara Kabul
- Taliban Duduki Istana Presiden Afganistan Minta Kuasa Penuh, Netizen: Akan Terjadi di Indonesia dalam Waktu Dekat
- Pejabat Militer AS Ungkap Kemungkinan Taliban Bisa Kuasai Sepenuhnya Wilayah Afghanistan
Ia lalu menjabarkan tindakan serta hal-hal kejam Taliban kepada perempuan Afganistan yang dimaksud.
“Mereka akan dihukum, dibunuh, dipenjara, dipaksa kembali ke rumah, berhenti sekolah, dan dipaksa berhenti bekerja.”
Berdasarkan analisisnya, dengan berkuasanya Taliban, maka derajat perempuan Afganistan akan menurun.
“Perempuan Afghan akan kembali dibentuk menjadi sekedar bayang-bayang dan bukan manusia utuh dengan harga diri dan ambisi.”
Bagaimana anslisis selengkapnya? Berikut terkini.id telah merangkumnya untuk pembaca:
“Taliban dapat bertahan, berkembang subur, dan bahkan berkuasa kembali, salah satunya karena didukung oleh orang dan perempuan Afghan sendiri.
Nilai-nilai yang dianut dan dipraktekkan oleh Taliban adalah nilai-nilai yang disetujui oleh orang Afghan termasuk para perempuannya.
Mereka yang tidak setuju dengan nilai-nilai yang dikampanyekan oleh Taliban, memilih untuk diam.
Perempuan Afghan memilih untuk diam. Tidak banyak melawan. Tidak banyak bicara. Sudahlah, patuh saja. Ikuti saja.
Ketika perempuan, sebagai sebuah kekuatan kolektif memilih untuk diam, memilih untuk tunduk, patuh, tidak bersuara, tidak melawan, maka tunggulah PENJAJAHAN yang akan ditimpakan di atas hidup kita.
Ketika kita diam saat langkah dan gerak kita dibatasi, maka kemerdekaan kita akan dirampas.
Ketika kita diam dan manut saat dilarang sekolah, dilarang bekerja, kembali ke rumah dan jadilah “ratu” rumah tangga, tinggal tunggu waktunya, harga diri dan kehormatan kita sebagai manusia, sebagai khalifah di muka bumi, akan dibuang ke tong sampah.
Perempuan diam adalah awal bencana! Perempuan patuh adalah awal runtuh!
Lebih baik mati dalam perlawanan dari pada hidup di dalam penjajahan. Merdeka!”
Hingga berita ini ditulis terkini.id, unggahan netizen tersebut telah mendapat 680 suka dan puluhan komentar.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
