Demi Punya Iphone Mahasiswi Ini Nyaris Tewas, Ini Penyebabnya

iPhone
Ilustrasi iPhone

Terkini.id – Mendapatkan barang yang kita idamkan pasti menjadi kebahagiaan tersendiri. Sebagian orang mungkin akan melakukan hal-hal gila untuk mendapatkan barang yang diinginkannya.

Seperti yang dilakukan seorang mahasiswi ini yang nekat menjual sel telurnya hanya untuk membeli iPhone terbaru.

Dilansir dari Bastille Post, Kamis 14 Maret 2019, perut mahasiswi asal Hangzhou, Tiongkok itu, membengkak setelah menjual sel telurnya untuk beli iPhone tipe terbaru, iPhone XS Max.

Menurut laporan dari Bastille Post, wanita yang tak disebutkan namanya ini ingin membeli iPhone seri terbaru, namun tak memiliki uang yang cukup.

Karena harganya yang cukup mahal, ia pun juga malu apabila harus meminta uang kepada orang tuanya untuk membeli ponsel tersebut.

Lalu pada suatu hari ia melihat sebuah poster yang ditempel di dinding toilet yang menawarkan uang cukup banyak bagi wanita yang mau menyumbangkan sel telurnya.

Dalam poster tersebut tertulis keterangan bahwa hal itu tak akan melukai tubuhnya dan hanya perlu menjual sel telurnya dengan injeksi setiap harinya selama setengah bulan.

Gadis yang masih berusia 20 tahun itupun tergiur dengan poster yang menawarkan uang dalam jumlah banyak tersebut.

Sang mahasiswi melakukan operasi sel telur

Perut membengkak
Ilustrasi perut membengkak

Akhinya, dengan modal berani ia melakukan operasi sel telur. Dia melakukan hal tersebut tanpa menyadari dampak apa yang kemungkinan terjadi pada tubuhnya.

Setelah dioperasi, ternyata gadis ini mengalami ovarian hyperstimulation syndrome. Kondisi ini terjadi ketika indung telur menjadi terlalu terstimulasi untuk pertumbuhan telur dan cairan yang menumpuk di sekitarnya.

Sebanyak 5 liter cairan telah dikeluarkan dari perutnya. Indung telurnya juga telah membengkak seolah dia telah hamil selama 7-8 bulan.

Gadis tersebut hampir kehilangan nyawanya jika dia tidak segera memeriksakan dirinya.

Setelah ada pemeriksaan lanjut dan serangkaian tes medis, wanita ini didiagnosis menderita syndrom over simulation, yang jika tidak segera diobati akan menyebabkan kematian.

Akibat kondisi medis tersebut, mahasiswa ini harus menjalani perawatan selama 3 hari di rumah sakit setempat, dan akhirnya pulih.

Berita Terkait
Komentar
Terkini