Masuk

Viral di Medsos Mahasiswi Menjalin Kasih Dengan Anak Kepala Desa di Lokasi KKN Hingga Berujung ke Pelaminan

Komentar

Terkini.Id, Surabaya – Viral di media sosial seorang mahasiswi menjalin kasih dengan anak kepala desa di lokasi KKN hingga berujung ke pelaminan.

Sebuah video pendek mengenai kisah mahasiswi kuliah kerja nyata (KKN) yang menjalin cinta lokasi (cinlok) dengan anak kepala desa.

Video tersebut mulanya diunggah di akun TikTok oleh @almaalfarinny.

Baca Juga: Viral Video Pria Umumkan Kartu ATM Akan Ditarik Pihak Bank dan Dialihkan ke Mobile Banking

Dalam video singkat itu, Alma Alfarini (25) mengisahkan pertemuannya dengan anak kepala desa di lokasi KKN, yang kini menjadi suaminya, Dandi Zainal Arifin (23), dilansir dari Kompas.com, Jumat 12 Agustus 2022.

Pertemuan keduanya terjadi saat Alma mengikuti KKN di Desa Pucang Anom, Kecamatan Jambesari, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Tidak disangka, video yang dibuatnya menjadi sorotan karena diunggah bertepatan dengan musim KKN. Video itu telah dilihat 1,7 juta kali dan mendapat tanggapan sejumlah warganet.

Baca Juga: Rizal Ramli Sebut KKN Era Jokowi Lebih Besar dan Vulgar: Tersebar di Kabupaten dan Provinsi

“KKN di desa suami,” kata pemilik akun @slattkacura. “Sumpah kayak di FTV,” ujar warganet lainnya.

“Sumpah kayak di FTV,” ujar warganet lainnya.

Saat ditemui di rumahnya, Desa Gesang, Kecamatan Tempeh, Lumajang, Jawa Timur, Alma menceritakan pertemuannya dengan suaminya yang merupakan anak kepala desa.

Kisah pertemuan keduanya pertama kali terjadi pada tahun 2019. Meski demikian, Alma dan Dandi sebetulnya sama-sama merupakan mahasiswa Universitas Jember.

Baca Juga: Rizal Ramli Sebut Tokoh 98 Sesat: Sibuk Berikan Pembelaan dan Apologia KKN Era Jokowi

Alma adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi angkatan 2016, sedangkan Dandi merupakan mahasiswa di Fakultas Pertanian angkatan 2017.

Pada Juli 2019, Alma yang saat itu berstatus mahasiswa semester 7 mendapatkan tugas KKN di Desa Pucang Anom selama 40 hari.

Kebetulan, kepala desa setempat adalah ayah Dandi.

Seringnya Alma berkunjung ke rumah Pak Kades untuk mengoordinasikan program kerja kelompoknya membuat Alma kerap bertemu Dandi yang saat itu memang sedang libur semester.

“Awalnya karena saya sering main ke rumah Pak Kades, biasa untuk minta tanda tangan dan koordinasi proker KKN,” kata Alma.

Alma yang kerap minta bantuan Dandi untuk mengantarkannya membeli perlengkapan program KKN akhirnya semakin akrab.

Namun, saat itu Alma mengaku sempat berpikir bahwa kedekatan keduanya hanya akan terjalin saat masa KKN.

“Mulai dekat karena sering minta antar beli perlengkapan karena yang tahu tempatnya kan dia, di situ mulai kenal dan dekat, tapi saya mikirnya paling cuma sebentar, habis KKN selesai,” tambah Alma.

Selain itu, jalinan komunikasi antara Alma dan Dandi terus berlanjut hingga masa KKN Alma selesai.

Hubungan Alma dan keluarga Dandi yang terjalin baik juga membuatnya sering dicari saat lama tidak berkunjung ke desa setempat.

Suatu ketika, Alma berkunjung ke desa yang menjadi tempat lokasi KKN  untuk meminta tanda tangan Kepala Desa sebagai pengesahan laporan KKN.

Niat meminta tanda tangan yang seharusnya bisa selesai dalam satu hari harus tertunda sampai tujuh hari karena, pada saat yang sama, kakek Dandi menghebuskan napas terakhir.

Budaya setempat memercayai, jika ada tamu yang datang saat keluarga meninggal dunia, harus menginap sampai acara tahlil tujuh hari selesai.

Dan pada akhirnya Alma menginap selama tujuh hari di rumah kepala desa dan membantu acara tahlilan sampai tujuh hari.

Karena kecapekan, Alma kemudian jatuh sakit dan harus dilarikan ke RSUD Bondowoso.  “Kan saya sakit itu akhirnya orangtua jemput ke Bondowoso, di sana akhirnya ketemu sama keluarga suami saya ini, kenallah akhirnya,” ucap  Alma.

Dandi yang melihat Alma jatuh sakit setelah membantu acara tahlilan di rumahnya merasa berutang budi. Akhirnya, Dandi sering berkunjung ke rumah Alma untuk menjenguknya dan melihat keadaan Alma.

Setidaknya, dalam satu bulan, Dandi memyempatkan berkunjung ke rumah Alma di sela jadwal kuliah dan praktikum yang begitu padat.

Alma yang awalnya menganggap hanya cinta lokasi, kemudian melihat Dandi sebagai sosok laki-laki yang bertanggung jawab, perhatian, dan bisa mencintai keluarga.

Dandi pun melihat Alma sebagai perempuan yang lembut dan penuh kasih sayang.

“Setelah sakit itu, gantian saya yang sering datang ke rumahnya Alma, setidaknya satu bulan sekali,” ucap Dandi.

Keduanya kemudian memutuskan menikah pada Maret 2021.

Sampai pada saat ini, pasangan muda itu tengah menunggu kelahiran sang buah hati pertamanya yang sudah dikandung Alma selama sembilan bulan.

“Jadi berawal dari sering minta tolong, akhirnya minta nikah, dan mau punya anak sudah,” jawab Dandi dan Alma secara bersamaan.