Denny Siregar Sindir Orang di Sekitar Jokowi: Reaktif Banget Terhadap Gorengan Kadrun

Denny Siregar Sindir Orang di Sekitar Jokowi: Reaktif Banget Terhadap Gorengan Kadrun

R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Denny Siregar menyindir orang di sekitar Presiden Joko Widodo yang menurutnya terlalu reaktif terhadap narasi-narasi yang dibuat ‘kadrun.’

Denny mengaku kesal sebab para orang terdekat Jokowi ini gampang goyah hingga akhirnya langsung memberi klarikasi yang jusru membuat keruh.

“Gua sebenarnya males nanggepin ocehan receh kayak bipang itu. Gua cuma kesel ma orang-orang sekitar Jokowi yang reaktif banget terhadap gorengan kadrun,” kata Denny Siregar melalui akun Twitter-nya pada Minggu, 9 Mei 2021.

“Rapuh. Baru digoyang dikit trus klarifikasi kemana-mana kayak gak ada kepercayaan diri. Reaksi merekalah yang malah besarkan recehan itu,” lanjutnya.

Sebelumnya, media maya diramaikan dengan pidato Presiden Jokowi yang dianggap mempromosikan Bipang (babi panggang) Ambawang untuk Hari Raya Idul Fitri.

Baca Juga

Setelah hal itu ramai dikritik, Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman mengatakan bahwa Bipang yang dimaksud Presiden adalah makanan yang terbuat dari beras. Bipang yang dimaksudkan Fadjroel ini juga sering disebut Jipang.

Akan tetapi, klarifikasi Fadjroel tersebut juga ramai dikritik sebab Presiden Jokowi secara spesifil menyebut “Bipang Ambawang dari Kalimantan” di dalam pidatonya.

TaK lama setelah Fadjroel ramai dikritik, Denny Siregar lalu mengunggah sebuah cuitan yang menyinggung soal Jipang.

“Gak perlu dihalus-halusin dengan kata jipang segala. Kenapa? Takut emang kalo Presiden promoin babi panggang khas Kalbar? Salahnya dimana? Dia Presiden untuk semua agama dan semua daerah di Indonesia. Kalo masalah gini aja takut ma gorengan kadrun, mending mundur lah,” kata Denny pada Sabtu, 8 Mei 2021.

Selain Fadjroel, Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi juga angkat suara soal Bipang ini. Namun, pernyataannya tidak sejalan dengan Jubir Presiden tersebut.

Lutfi meminta maaf kepada masyarakat dan menjelaskan bahwa  pidato Presiden Jokowi itu adalah dalam rangka mempromosikan kuliner lokal.

“Kami mohon maaf sebesarnya jika terjadi kesalahpahaman, karena niat kami hanya ingin agar semua bangga terhadap produksi dalam negeri, termasuk kuliner khas daerah dan menghargai keberagaman bangsa kita,” ujar Lutfi melaui akun resminya pada Sabtu, 8 Mei 2021.

Maka, Lutfi pun meminta agar masyarakat melihat pernyataan Presiden itu dalam konteks yang lebih luas, bukan hanya ditujukan untuk agama tertentu.

“Penyataan Bapak Presiden tersebut ditujukan untuk seluruh masyarakat Indonesia yang terdiri dari beragam suku, budaya, dan agama, yang memiliki kekayaan kuliner nusantara dari berbagai daerah,” kata Lutfi.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.