Terkini.id, Jakarta – Denny Siregar mengomentari soal pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mencuri barang bukti kasus perkara korupsi berupa emas batangan seberat hampir 2 Kg.
Denny menyindir bahwa kasus pencurian itu baru dilakukan oleh pegawai kecil.
Menurutnya, ada pegawai ‘mata satu’ yang biasanya mencuri-curi kebijakan.
“Itu baru pegawai kecil curi emas batangan. Yang mata satu biasanya curi-curi kebijakan,” cuit @Dennysiregar7 pada Kamis, 8 April 2021.

Sebelumnya, diberitakan bahwa ada seorang pegawai KPK berinisial IGAS yang terbukti mencuri barang bukti emas.
- Program Hafalan Juz 30 Pemprov Sulsel Dapat Kritik Denny Siregar: Diketawain Sama China
- Denny Siregar Prediksi Prabowo Subianto Akan Gandeng Gibran Rakabuming Sebagai Cawapres
- Polisi Tak Temukan Proyektil Penembakan Bahar Smith, Denny Siregar: Drama Zonk
- Prediksi Denny Siregar: Pilpres 2024 Hanya Ganjar Vs Prabowo, Anies Makin Lemah
- Denny Siregar: Mau Ibadah Natal Aja Susah, Nabi Pasti Nangis!
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Pengawas KPK, Tumpak H Panggabean dalam konferensi pers.
“Bentuknya adalah emas batangan, kalau ditotal semua jumlahnya adalah 1.900 gram, jadi kurang 100 gram 2 kilo,” ucap Tumpak, Kamis, 8 April 2021, dilansir dari Detik News.
Diketahui, IGAS merupakan salah satu anggota satuan tugas (satgas) yang berwenang menyimpan barang bukti perkara korupsi mantan Pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Yaya Purnomo.
Namun, ia malah terbukti mencuri barang bukti yang dipercayakan kepadanya sehingga ia diberhentikan secara tidak terhormat.
Dilansir dari Detik News, harga emas batangan yang dicuri itu berkisar Rp 1,5 miliar.
IGAS disebut mengambil emas batangan itu dan menggadaikannya untuk membayar utang-utangnya.
Menurut Tumpak, utang yang IGAS miliki cukup banyak karena terlibat dalam bisnis yang tidak jelas.
“Sebagian daripada barang yang sudah diambil ini yang dikategorikan sebagai pencurian atau setidak-tidaknya penggelapan ini digadaikan oleh yang bersangkutan karena yang bersangkutan memerlukan sejumlah dana untuk pembayaran utang-utangnya,” ungkap Tumpak.
“Cukup banyak utangnya karena yang bersangkutan ini terlibat dalam satu bisnis yang tidak jelas, forex-forex itu,” tambahnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
