Terkini.id, Jakarta – Denny Siregar ikut menanggapi aksi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang memberikan teguran kepada kadernya Fadli Zon lantaran menyentil Presiden Jokowi terkait banjir di Sintang, Kalimantan.
Denny berpandangan pandangan bahwa saat Prabowo masuk ke dalam kabinet Jokowi, memang terjadi perpecahan di tubuh Gerindra.
Selanjutnya ia menjelaskan bahwa menurutnya, sebagian kader Gerindra merasa khawatir merapatnya Prabowo ke Jokowi akan membuat suara partainya merosot di tinggal para pendukungnya.
“Yakni kelompok Islam garis keras. Karena itulah menurut informasi, Fadli Zon diperintahkan untuk merapat ke kelompok itu. Supaya mereka enggak lari ke partai lain. Seperti Demokrat yang siap menampung,” katanya, Selasa 16 November 2021.
Oleh karena itu, Denny beranggapan salah satu usaha untuk membuat kelompok garis keras kembali merapat adalah dengan menyerang pemerintah Jokowi.
- Program Hafalan Juz 30 Pemprov Sulsel Dapat Kritik Denny Siregar: Diketawain Sama China
- Denny Siregar Prediksi Prabowo Subianto Akan Gandeng Gibran Rakabuming Sebagai Cawapres
- Polisi Tak Temukan Proyektil Penembakan Bahar Smith, Denny Siregar: Drama Zonk
- Prediksi Denny Siregar: Pilpres 2024 Hanya Ganjar Vs Prabowo, Anies Makin Lemah
- Denny Siregar: Mau Ibadah Natal Aja Susah, Nabi Pasti Nangis!
“Kita semua tahu kelompok garis keras ini adalah penentang paling depan Pemerintahan Jokowi, karena di masa inilah mereka dihajar habis-habisan oleh Jokowi mulai dari pembubaran HTI, sampai FPI,” jelas Denny.
Tidak hanya itu, Denny juga mengungkapkan informasi bahwa sebenarnya Fadli Zon mau disingkirkan oleh Prabowo lantaran kerap berseberangan.
“Lagian Prabowo juga sudah punya jagoan baru, bernama Sufmi Dasco Ahmad. Jadi buat apa sebenarnya Prabowo mempertahankan Fadli Zon yang asyik main politik identitas yang membahayakan negeri ini?” katanya.
“Gaya politik Fadli tuh gaya Orba. Sudah tak cocok untuk politik masa kini,” lanjut Denny menekankan, dilansir dari Warta Ekonomi.
Tapi, Denny tampak ragu dengan keberanian Prabowo untuk menyikat Fadli Zon dari tubuh Gerindra. Sebab, kalau sudah berhadapan dengan internal, Prabowo langsung kelihatan gamangnya.
“Tapi untuk urusan ini, saya kok enggak percaya Prabowo berani menegur Fadli. Kenapa? Ya karena rekam jejak mereka berdua seperti sehidup semati. Gerindra seperti main di dua kaki, satu di Jokowi, satu di kelompok garis keras,” katanya.
“Kalau masalah karakter, berani enggak berani dan tegas, maaf pak Prabowo, Pak Jokowi sampai sekarang belum ada lawan. Wajah bolehlah diejek planga-plongo, badan bolehlah dihina kurus kering, tapi ketika Jokowi main tunjuk dua ormas radikal yang massanya begitu banyak, langsung lari pontang-panting,” sambungnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
