Terkini.id, Jakarta – Hendri Satrio, Ketua Lembaga Survei KedaiKOPI, baru-baru ini tampak mendesak Anies Baswedan untuk memamerkan ‘prestasi’ terkait sumur resapan.
Seperti diketahui, belakangan ini publik memang ramai memperbincangkan sumur resapan program Anies yang oleh sejumlah pihak memang dikritik habis-habisan.
Adapun hal tersebut rupanya cukup menarik perhatian sejumlah tokoh, salah satunya Hensat alias Hendri Satrio, sebagaimana yang ia cuitkan melalui media sosial Twitter miliknya, @satriohendi.
“Sumur resapan katanya ada dibanyak titik. Nanti bila sudah selesai semua harus dipamerkan,” tutur Hensat, dikutip terkini.id pada Minggu, 12 Desember 2021.
Pengamat politik itu lantas mewanti-wanti agar Anies segera muncul unjuk diri. Sebab, menurutnya, yang tak punya hasil kerja nyata pun selalu muncul di hadapan publik.
- Ketum PDIP Sebut Ratu Kalinyamat, Pengamat Politik: Pinternya Ibu, Mestinya Semua kader Memahami!
- Surya Tjandra Pilih Anies Baswedan, Pengamat: PSI Aslinya Timses
- Diprediksi Kalah di Pilpres 2024, Pengamat Politik Hendri Satrio Sarankan PDIP Koalisi dengan PKB
- Didorong Duet dengan Anies Baswedan, Netizen: Ganjar Pasti Menolak, Tak Mungkin Berlian Bersanding dengan Comberan
- Ketum PDIP Tak Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila, Hendri Satrio: Kerenggangan Semakin Jelas dan Lebih Gamblang!
“jangan enggan muncul ya Gub @aniesbaswedan lah yang gak punya hasil kerja aja muncul mulu.”
Lebih lanjut, Hensat mengatakan bahwa bila ada program yang tidak berhasil, maka harus diakui dan diperbaiki.
Namun, jikalau berhasil, maka sosok yang membuat program itu sangat dianjurkan untuk berpamer ria.
“Wahai, Bila ada program gak berhasil harus akui dan perbaiki tapi bila berhasil silahkan pamer!” tandasnya.
Sebagai informasi, Anies sebelumnya memang sempat menyebut bahwa salah satu cara mengatasi banjir Jakarta ialah dengan memasukkan air hujan kembali ke tanah, yaitu terlebih dulu ditampung dalam sumur resapan.
Kata Anies, sebagaimana dilansir dari Galamedia, kontur jalan perkotaan yang ramai akan aspal, bangunan rumah, dan gedung-gedung, membuat air sulit meresap dan membuatnya meluap di 13 titik sungai yang melintasi Jakarta.
Minimnya tanah resapan pun membuat setiap tahunnya tanah di Jakarta turun 7 cm lantaran tak mendapat asupan air secara baik.
“Setiap kita memasukkan air hujan ke dalam lubang di rumah kita, tanah kita, maka kita tak mengirimkan air hujan keluar dan Insya Allah tak menghasilkan banjir,” ujar Anies pada tahun 2018 lalu.
Anies kemudian menargetkan 1.333 drainase vertikal atau sumur resapan dibangun menambahkan yang sudah ada, yang pembangunan direncanakan Januari 2019.
Seiring berjalannya waktu, 2.794 sumur resapan pun dibuat di Jakarta, di mana Pemerintah menarget 300 ribu unit akan dibangun pada 2020 dengan nilai anggaran kurang lebih Rp200-Rp300 miliar.
Selanjutnya, tahun 2020, Pemprov DKI Jakarta telah merencanakan pembangunan sekitar 300.000 unit sumur resapan yang tersebar di seluruh wilayah untuk mengurangi genangan.
Waktu pu terus berjalan hingga sumur resapan semakin bertambah banyak di era Anies. Namun, program tersebut malah menjadi bahan kritikan dari sejumlah pihak.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
