Makassar Terkini
Masuk

Ketum PDIP Tak Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila, Hendri Satrio: Kerenggangan Semakin Jelas dan Lebih Gamblang!

Terkini.id, Jakarta – Perihal kerenggangan Ketua Umum PDI Perjuangan (Ketum PDIP) Megawati Seokarnoputri dengan Presiden Jokowi, kini Pengamat politik Hendri Satrio turut buka suara yang menyebutkan hal itu semakin terlihat jelas.

Diketahui hal tersebut disampaikan, Hendri Satrio menyusul ketidakhadiran Megawati Soekarnoputri dalam peringatan Hari Lahir Pancasila yang dilaksanakan pemerintah di Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam keterangan resmi Hensat sapaan akrabnya mengatakan bahwa seharusnya kehadiran keduanya akan lebih mempererat hubungan.

“Ya ini semakin jelas ya, beberapa kali mereka tampil tidak bersama, yang menurut saya harusnya kehadiran keduanya akan lebih mempererat dan mempertegas bahwa hubungan antara PDI-Perjuangan dan Jokowi itu baik-baik saja,” katanya.

Indikasi kerenggangan sebelumnya, kata dia, bisa terlihat secara gamblang pada saat momen Megawati tak dapat memenuhi undangan pernihakan adik ipar Presiden Jokowi dengan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman beberapa waktu lalu. Dikutip dari Sindonews. Rabu, 1 Juni 2022.

Selain dari itu, Hensat bahkan menduga, awal mula kerenganggan ini terjadi ketika Jokowi dalam pernyataannya mengisyaratkan dukungan terhadap salah satu tamu undangan yang hadir dalam acara yang digelar relawan Projo.

“Menurut saya mulanya dari sana. Dan hari-hari ini nampak terlihat lebih kasat mata dan lebih gamblang,” ujarnya.

Lantas Hensat menyarankan kepada Presiden Jokowi mengambil inisiatif untuk meredakan isu kerenggangan yang beredar di masyarakat belakangan ini.

Sebab, biar bagaimana pun Jokowi merupakan kader partai yang dipimpin Megawati.

“Jadi Pak Jokowi sebagai kader PDIP harusnya bisa memperbaiki segera hubungan dengan ketua umumnya,” katanya.

Untuk diketahui, Megawati Soekarnoputri dan Puan Maharani tidak hadir dalam acara peringatan Hari Lahir Pancasila. Kehadiran keduanya diwakili oleh orang lain.

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri diwakilkan oleh Ketua DPP PDI Perjuangan yang juga Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah.

Sedangkan kehadiran Puan Maharani diwakilkan oleh Wakil Ketua DPR RI Lodewijk Paulus yang membacakan teks pembukaan UUD 1945 dalam peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Pancasila Kota Ende, NTT.