Terkini.id, Makassar – Proses lelang jabatan lowong Pemerintah Kota Makassar terindikasi menjalankan praktik jual beli jabatan. Sejumlah pihak menduga proses lelang yang terburu-buru tersebut terkesan kejar setoran.
Padahal, mekanisme penempatan pejabat tinggi di pemerintahan seharusnya transparan dan mengikuti asas good governance.
Selain itu, mengedepankan sistem merit dengan menempatkan kualitas dan integritas personal calon sebagai penentu untuk menempati posisi itu.
Sejak awal, pengelolaan birokrasi pemerintahan di tangan Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin terus menciptakan kegaduhan dan menuai sorotan dari DPRD Kota Makassar.
Anggota Komisi A DPRD Kota Makassar Kasrudi mencurgai ada indikasi jual beli jabatan. Menurutnya, proses lelang tersebut hanya akan menghabiskan anggaran negara.
- Listrik Makassar Padam Bergilir Jumat 4 September, Berikut Wilayah dan Waktunya
- Jadwal Pemadaman Listrik Makassar Jumat 4 September, Ini Wilayah Terdampak
- Gerak Cepat Pasca-Kebakaran, Perumda Pasar Makassar Gelar Kerja Bakti dan Kolaborasi Percepat Perbaikan Pasar Pa'baeng-baeng
- Selain Objek Tanah Bernilai Rp3 Miliar, Polisi juga Sita Rumah Mewah Rp1,4 M Terkait Kasus Perizinan di Gowa
- Kamis Manis Polres Jeneponto, Sepiring Nasi, Sejuta Kehangatan untuk Kebahagiaan Bersama
“Anggaran lelang jabatan lowong itu terbuang percuma, hasil lelang jabatan tersebut berpotensi akan diganti lagi sama wali kota terpilih karena tidak sesuai visi misi wali kota,” kata Kasrudi, Sabtu, 13 Januari 2021.
Menurutnya, menerima suap dari penempatan berbagai jabatan birokrasi, atau yang dikenal sebagai skandal jual-beli jabatan merupakan tindakan yang fatal. Umumnya, skandal ini menjual wewenang kepala daerah melalui mekanisme pasar.
“Siapa yang sanggup membayar, dialah yang akan mendapatkan posisi itu,” ungkapnya.
Kasrudi mengatakan akan terus mengawal proses lelang tersebut. Komisi A, kata dia, akan memanggil tim panitia seleksi untuk mempertanyakan anggaran lelang tersebut.
“Kami sudah rencanakan panggil panitia tim seleksi hari Senin untuk meminta pertanggungjawaban proses lelang jabatan. Itu anggaran rakyat tidak perlu dipakai untuk yang tidak perlu,” ungkapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
