Terkini.id, Makassar – Kasus kekerasan terhadap anak di Makassar selama pandemi Covid-19 kian meningkat.
Kurangnya pemahaman orang tua ihwal pola asuh yang benar dinilai sebagai penyebabnya.
“Pemerintah saya kira perlu hadir di sini untuk berikan orang tua itu edukasi, persoalannya di situ, rata-rata dari mereka itu masih kurang pemahaman pola asuh anak,” ujar Anggota Komisi D DPRD Kota Makassar Al Hidayat Syamsu.
Ia meminta pemerintah lebih masif dalam memberikan edukasi. Pasalnya, berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar kasus kekerasan anak terus meningkat.
Al Hidayat melihat orang tua merupakan tempat anak bergantung sehingga perannya sangat krusial dalam tumbuh kembang anak.
- Gojek dan Yayasan GoTo Merah Putih Beri Beasiswa S1 untuk Ratusan Mitra Driver dan Keluarga
- Pertamina Pastikan Pasokan BBM Aman Selama PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
- Pemkot Makassar Kukuhkan 47 Kepala Puskesmas Definitif, Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat
- BMKG: Sejumlah Wilayah Sulsel Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Hari Ini 17 Juni
- Minta Maaf Secara Terbuka, Kapolres Jeneponto Jamin Berikan Sanksi Tegas Polis yang Intimidasi Wartawan
Ia mengatakan kekerasan terhadap anak yang belakangan kian meningkat selama pandemi perlu perhatian khusus dari DPPPA Kota.
Selain itu, ia mengatakan ada faktor lain yang mendasari kekerasan tersebut terjadi, seperti faktor ekonomi, maupun psikologis dari orang tua.
“Bisa saja mereka yang sudah tidak tau (pola asuh yang benar) ini tertekan karena faktor ekonomi, terkait dengan psikologis, karena sekarang semua serba sulit, makanya saya kira kita semua perlu sabar,” lanjut legislator PDIP ini.
Sementara itu, Kepala DPPPA Kota Makassar, Tenri A Palallo menjelaskan bahwa selama pandemi pihaknya setidaknya mendapat laporan dua hingga tiga kasus setiap harinya.
“Laporannya itu biasanya masuk tiap hari dua sampai tiga ke kita, itu belum kita rangkum,” katanya.
Tenri menyebut, hingga saat ini tercatat kasus di DPPPA sebanyak 76 kasus kekerasan dari Januari hingga Mei. Belum lagi, kata dia, masih ada data tersendiri yang belum dirangkum di semua Polsek Makassar.
“Itu masih ada di Polsek, kita biasanya akhir tahun kita himpun semua tapi ini masih Juli,” pungkas Tenri.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
