Terkini.id, Makassar – Pemerintah Kota Makassar dinilai tak transparan soal dana Covid-19 kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Makaasar.
Akibatnya, DPRD Kota Makassar menolak membahas Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Pemerintah Kota.
Sebelumnya, DPRD juga melakukan penolakan serupa. Pasalnya, saat itu pemerintah kota belum menyiapkan dokumen anggaran yang diminta.
Sekretaris Komisi D DPRD Kota Makaasar Sahruddin Said menegaskan alasan komisinya tidak membahas KUA-PPAS dipicu tidak adanya transparansi pengalokasian anggaran Covid-19.
Meski semua komisi lain turut membahas hal ini, akan tetapi menurut keterangan legislator asal Fraksi PAN ini pihaknya masih menunggu pihak Dinas Kesehatan.
- Wali Kota Munafri: Makassar Masuk 9 Besar Kota Toleran, Gerbang Moderasi Indonesia Jadi Penguat Kerukunan
- New Honda Vario eVO 160 Resmi Mengaspal di Sulsel, Harga Mulai Rp29,7 Juta
- Temu Pendidik Nusantara XIII Makassar--Gowa Hadirkan Ruang Berbagi Praktik Baik Ratusan Guru
- Pelindo Jasa Maritim dan BSI UMKM Center Makassar Berkolaborasi, Hadirkan Pelatihan dan Pendampingan untuk 40 UMKM Terpilih
- BSI Perkuat Dana Murah dan Transformasi Sistem IT, Bukukan Laba Rp3,39 T dan Tumbuh Tumbuh 16,73 Persen Per Mei 2026
“Komisi D tidak melakukan rapat karena pemerintah kota tidak transparan memberikan kita kejelasan. Anggaran dana bantuan sosial Covid-19 itu tidak transparan kepada kami,” tutur Ajied sapaan akrabnya, Jumat, 18 September 2020.
Ajied menyayangkan tindakan Pemerintah Kota Makassar. Akibatnya, kata dia, warga justru menyalahkan pihak DPRD Makassar.
“Untuk apa kita rapat, sementera yang jadi bulan-bulanan massa DPRD. Kemarin kantor dihancurkan. Baru pemerintah tidak jelas memberi data yang valid,” ungkapnya.
Lebih jauh, Ajied menjelaskan, di masa pandemi Covid-19 ini Pemerintah Kota terkesan salah sasaran. Sebab banyak hal yang sifatnya tidak mendesak justru menjadi prioritas.
“Mereka hanya mengurus kepentingan pribadi, bukan untuk ummat. Contohnya, pembangunan yang sifatnya tidak prioritas justru diprioritaskan. Kita sekarang di era pandemi, tapi tidak memprioritaskan penanganan Covid-19,” terang Ajid.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
