Tahun 2018, Produksi Cabai di Makassar Diprediksi Capai 3.553 Ton

Tahun 2018, Produksi Cabai di Makassar Diprediksi Capai 3.553 Ton

K
EP
Kamsah
Echa Panrita Lopi

Tim Redaksi

Terkini.id,MakassarKepala DP2 Makassar, Evy Aprialty menuturkan, produksi komoditi cabai rawit dan cabai besar  Kota Makassar tahun 2018 mencapai 3552 ton dari total luas panen 444 hektar. Meski, kata dia, di tengah produksi keterbatasan lahan, namun mampu memberi keuntungan.

“Dengan produksi keterbatasan lahan, memberikan keuntungan para petani dan kelompok taninya, dengan memberikan multiplier efek bagi pedagang, industri olahan serta konsumen sehingga akhirnya diharapkan meningkatkan kesejahteraan warga dan stabilitas ekonomi di Makassar,” kata dia kepada pewarta di Hotel Grand Asia, Makassar, Rabu, 26 Juni 2019.

Hal itu ia sampaikan saat menggelar Sosialisasi Pengawasan dan Perlindungan Tanaman serta Pembinaan Pengembangan Teknologi Hortikultura.

Evy mengatakan sosialisasi yang digelar bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada warga terkait jenis penyakit yang berdampak buruk terhadap ekologi.

“Sebagai wadah untuk meningkatkan kesadaran pentingnya mengelola dan mengolah lahan pertanian serta menerapkan budi daya aspek higienitas, ekologis, dan kontinuitas produksi pertanian dengan maksud memenuhi kebutuhan hasil-hasil pertanian pangan secara lebih berkualitas,” kata Evy.

Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Ahmad Kafrawi menjelaskan,
saat ini, Pemerintah Kota Makassar secara konsisten telah mengupayakan berbagai kebijakan, program maupun kegiatan untuk menginisiasi dan mengembangkan sektor pertanian di Kota Makassar.

Dia menilai pengembangan sektor pertanian mengacu pada daya dukung yang ada, dengan mempertimbangkan kondisi ekologis perkotaan, merespons dinamika pembangunan nasional, regional maupun lokal.

“Serta melibatkan sebanyak mungkin warga dengan mengharapkan sebesar-besarnya manfaat bagi warga kota,” ungkapnya.

Menurutnya, Kota Metropolitan seperti Makassar yang padat penduduk telah mencapai lebih dari 1,7 juta jiwa, dengan luasan lahan yang terus berkurang sehingga perlu diimbangi dengan produksi yang berkali-lipat. Ia menyebut teknologi dari waktu ke waktu telah memberi jalan keluar,

“Untuk itulah teknologi dan inovasi harus  dikembangkan dengan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan, serta sejalan tuntutan konsumen yang cenderung semakin memilih pangan yang dikembangkan secara organik,” terang Kafrawi.

Sosialisasi ini dihadiri oleh 450 orang, yang terdiri dari 300 peserta Kegiatan Sosialisasi Pengawasan dan Perlindungan Tanaman, 150 peserta kegiatan Pembinaan Pengembangan Teknologi Hortikultura. Dimana, peserta berasal dari petani, kelompok tani, kelompok wanita tani serta pengusaha toko dan kios pupuk pwstiaida di Kota Makassar.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.