Terkini.id, Makassar – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto membeberkan alasan rendahnya vaksinasi warga lanjut usia atau lansia. Salah satunya karena memiliki tensi yang tinggi.
“Lansia juga kesulitan ternyata tensi di atas 180 semua. Lansia Makassar kan banyak makan coto,” kata Danny Pomanto, Senin, 27 Desember 2021.
Hal itu berdasarkan penelusuran setelah pihaknya intens menggenjot vaksinasi Covid-19 di akhir tahun.
Di sisi lain, setelah ASN dan tenaga honorer diwajibkan membawa warga untuk disuntik vaksin Covid-19, Danny mengatakan juga akan melibatkan RT/RW.
“Saya wajibkan setiap RT/RW nanti 10 di masa akhir ini. Jadi RT/RW semua membawa 10 (orang) supaya kita jangan puas di 90 persen kalau perlu 100 persen kenapa tidak,” kata Danny.
- Wali Kota Makassar Raih Pemimpin Daerah Award 2026, Satu-satunya dari Sulsel
- Munafri Ungkap Lontara Plus, Super App yang Satukan 358 Aplikasi Pemkot Makassar
- Musim Kemarau, Wali Kota Makassar Ingatkan Warga Waspadai Kebakaran
- Appi Tinjau SPAM Cambaya, Pemkot Makassar Siapkan 13 Titik Baru Hadapi Kemarau
- Disiplin yang Tertanam dari Lapangan, 70 Paskibraka Makassar Diganjar Uang Tunai dan Studi Wisata ke Bali
Selain itu, pihaknya terus membuka vaksinasi massal hingga tanggal 31 Desember 2021. Danny mengaku optimis bisa mencapai target vaksinasi di atas 90 persen.
Menurutnya, vaksinasi Covid-19 ampuh untuk mencegah penularan virus Omicron. Mereka yang tak melakukan vaksinasi lantas terkena Omicron bisa berakibat pada kematian.
Sementara mereka yang sudah melakukan vaksinasi Covid-19 bisa sembuh dalam waktu cepat.
“Orang yang kena Omicron yang sudah vaksin 1-2 hari saja (sudah sembuh). Tapi kalau tidak vaksin, karena kematian di Inggris itu yang tidak divaksin, kematian di Amerika juga itu yang tidak vaksin yang vaksin itu 1-2 hari,” ungkapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
