Di Masa Pandemi, Mahasiswa Turut Andil Menjaga Ketersediaan Pangan. Masa LFH Aktif Bantu Petani

Mahasiswa Polbangtan Gowa Bantu Petani di Masa Pandemi

Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa senantiasa menunjukkan eksistensinya dalam upaya mendukung program kementerian pertanian salah satunya percepatan masa tanam. 

Meskipun saat ini, meneteri pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa kebutuhan pangan pasca lebaran tetap aman, namun Syahrul tetap mengajak petani untuk melakukan percepatan tanam agar tidak ada lahan yang menganggur untuk menghindari krisis pangan yang diprediksi mengancam setelah covid-19. Syahrul juga mengimbau seluruh insan pertanian untuk tetap bekerja selama pandemi covid-19.

“Menjaga ketersediaan pangan sampai Mei 2020. Prognosa saat ini 11 bahan pokok diperkirakan mencukupi” ungkap Syahrul dalam Rapat Bersama komisi Vi DPRD

“Kementerian Pertanian juga merencanakan pasokan atau produksi dalam negeri melalui daerah sentra produksi pangan” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut Polbangtan Gowa mengarahkan mahasiswa dalam membantu percepatan masa tanam di beberapa daerah di Sulawesi Selatan, salah satunya kabupaten Gowa.

Menarik untuk Anda:

Adalah Ayu Nurlena salah seorang mahasiswa Polbangtan Gowa turun langsung mendampingi kelompok tani atas instruksi dari bapak Arby Hamire selaku dosen pembimbing. Atas instruksi dosen pembimbing, Ayu turun langsung ke lahan milik salah seorang kelompok tani Beroanging pak Budi. 

Lahan yang terletak di kelurahan Tamarunang, kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa ini telah ditanami kacang panjang. Bersama dengan pak Budi dan beberapa rekannya, Ayu ikut serta dalam membantu memasang ajir pada kacang tanaman kacang Panjang tersebut.

Kegiatan ini merupakan pengganti praktek lapangan yang seharusnya dilaksanakan di kampus Polbangtan namun dikarenakan situasi pandemic sehingga kegiatan ini dialihkan ke kegiatan pendampingan sekaligus bentuk andil dalam mengawal upaya menjamin ketersediaan pangan di masa pandemic saat ini.

Ditempat terpisah, kepala BPPSDMP Dedi nursyamsi mengajak kepada penyuluh, petani dan pihak terkait lainnya untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dalam pandemi Covid-19. Caranya dengan melakukan percepatan tanam secara terus menerus.

“Dalam masa pandemi Covid-19, hal yang paling utama adalah sehat. Petani, penyuluh, dan pihak-pihak lain harus sehat. Kalau petani sehat stok pangan aman. Berarti, kalau ingin stok pangan nasional aman, petani harus sehat,” katanya.

“Sektor pertanian memegang peran penting. Karena harus mampu menyediakan pangan. Tapi sektor ini tidak luput dari Covid-19. Sistem produksi kita terganggu, petani pun kesulitan mendapatkan sarana pertanian seperti pupuk, benih, Alsin dan lainnya. Akibatnya, proses pengolahan hasil terganggu, sistem distribusi hasil panen juga terganggu. Petani pun tidak mudah mengatur sistem distribusinya,” papar Dedi. (IKL)

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Dies Natalis ke-19 STITEK Balik Diwa, Ikramullah: Maju Maritim Indonesia

Kementerian Pertanian Gelar Rakor LTT dan Serapan Anggaran Empat Kabupaten di Sulawesi Selatan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar