Masa pandemi Covid-19 tidak menghalangi aktivitas mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa. Terbukti dengan mahasiswa yang secara aktif melakukan kegiatan lapangan bersama-sama dengan penyuluh dan petani.
Di Desa Kabba, Kecamatan Minasate’’ne Kabupaten Pangkep, Mahasiswa Polbangtan Gowa, sebut saja Ardas mengikuti sosialisasi percepatan tanam tanam padi gogo pada lahan tadah hujan, hal ini sesuai dengan isu kementerian pertanian tentang persiapan pemenuhan pangan di Tengah pandemi Covid-19.
Esok harinya, Ardas bersama petani mengolah lahan sawah milik Kelompok Tani Bone Balla Bapak Muhajir Dg. Galli untuk persiapan tanam padi gogo. Rabu, (13/05).
Kegiatan olah Tanah menggunakan hand traktor ini didampingi oleh kordinator BPP Kec Minasate’ne, POPT-PHP, Gapoktan dan Poktan.
Apa yang kami lakukan berama petani dan penyuluh adalah dengan menggunakan sisitim tanam Gogo Ranca dilahan sawah tadah hujan dikarenakan tidak memerlukan banyak air disamping itu varietas inpago 9 ( inbrid padi Gogo 9) umur tanam Genja (90) hari,” ujar Ardas.
- MABA Polbangtan Kementan Tegas Tolak Narkoba, Judi Online, dan Kekerasan di Area Kampus
- Pertamina Patra Niaga Sulawesi Perkuat Kesiapsiagaan Pasokan Avtur di Bandara Sultan Hasanuddin
- Pelindo dan BNN Sulsel Perkuat Edukasi Anti Narkoba di SMA Negeri 1 Makassar
- Honda Supra Fit 2003 Temani Guru Menembus Pelosok Sulbar, Tak Pernah Mau Dijual
- PSM Makassar Luncurkan Jersey Musim 2026/2027, Asmo Sulsel Turut Meriahkan PSM Fest
Apa yang dilakukan Ardas selama masa belajar dari rumah ini menunjukkan semua insan pertanian kerja keras dimasa pandemi ini, malah adanya pandemic Covid-19 tidak serta membuat kegiatan pertanian berhenti. Aktivitas pertanian harus berlanjut. Pertanian sebagai gerbang terdepan penyedia stok pangan nasional tetap semangat berproduksi.
Sesuai arahan Mentan SYL, pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak boleh tertunda apalagi berhenti. Begitu pula kegiatan olah tanah, olah tanam hingga panen padi oleh petani harus tetap berlangsung di tengah pandemi global Covid-19.
Hal ini sejalan dengan permintaan Presiden Joko Widodo bahwa pertanian tetap harus terus berproduksi. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof Dedi Nursyamsi pun mengatakan ini di berbagai kesempatan.
“Pandemi Covid-19 menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu yang tetap harus bergerak, selain sektor kesehatan. Karenanya, ayo berjuang terus karena ketersediaan pangan di masyarakat adalah tanggung jawab kita,” jelas Dedi. “Jangan lupa untuk tetap perhatikan protokol penanganan covid 19 di lapangan,” imbuh Dedi. (MUZ).
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
