Di Pangkep, Mahasiswa Polbangtan Bantu Petani dalam Rangka Percepatan Tanam Padi

Mahasiswa Polbangtan Gowa Ikut Berpartsipasi dalam Percepatan Tanam

Masa pandemi Covid-19 tidak menghalangi aktivitas mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa. Terbukti dengan mahasiswa yang secara aktif melakukan kegiatan lapangan bersama-sama dengan penyuluh dan petani.

Di Desa Kabba, Kecamatan Minasate’’ne Kabupaten Pangkep, Mahasiswa Polbangtan Gowa, sebut saja Ardas mengikuti sosialisasi percepatan tanam tanam padi gogo pada lahan tadah hujan, hal ini sesuai dengan isu kementerian pertanian tentang persiapan pemenuhan pangan di Tengah pandemi Covid-19.

Esok harinya, Ardas bersama petani mengolah lahan sawah milik Kelompok Tani Bone Balla Bapak Muhajir Dg. Galli untuk persiapan tanam padi gogo. Rabu, (13/05).

Kegiatan olah Tanah menggunakan hand traktor ini didampingi oleh kordinator BPP Kec Minasate’ne, POPT-PHP, Gapoktan dan Poktan.

Apa yang kami lakukan berama petani dan penyuluh adalah dengan menggunakan sisitim tanam Gogo Ranca dilahan sawah tadah hujan dikarenakan tidak memerlukan banyak air disamping itu varietas inpago 9 ( inbrid padi Gogo 9) umur tanam Genja (90) hari,” ujar Ardas.

Menarik untuk Anda:

Apa yang dilakukan Ardas selama masa belajar dari rumah ini menunjukkan semua insan pertanian kerja keras dimasa pandemi ini, malah adanya pandemic Covid-19 tidak serta membuat kegiatan  pertanian  berhenti. Aktivitas pertanian harus berlanjut. Pertanian sebagai gerbang terdepan penyedia stok pangan nasional tetap semangat berproduksi.

Sesuai arahan Mentan SYL, pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak boleh tertunda apalagi berhenti. Begitu pula kegiatan olah tanah, olah tanam hingga panen padi oleh petani harus tetap berlangsung  di tengah pandemi global Covid-19.

Hal ini sejalan dengan permintaan Presiden Joko Widodo bahwa pertanian tetap harus terus berproduksi. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof Dedi Nursyamsi pun mengatakan ini di berbagai kesempatan.

“Pandemi Covid-19 menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu yang tetap harus bergerak, selain sektor kesehatan. Karenanya, ayo berjuang terus karena ketersediaan pangan di masyarakat adalah tanggung jawab kita,” jelas Dedi. “Jangan lupa untuk tetap perhatikan protokol penanganan covid 19 di lapangan,” imbuh Dedi. (MUZ).

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

STIK TM Sambut Orientasi Mahasiswa Baru Lewat Daring

Alumni Polbangtan Gowa: PWMP Memberikan Kami Kesempatan untuk menjadi Pengusaha Muda

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar