Mahasiswa Polbangtan Gowa Manfaatkan Masa LFH Bantu Orang Tua Tanam Padi Menggunakan Transplanter

Mahasiswa Polbangtan Gowa Manfaatkan Masa LFH Bantu Orang Tua Tanam Padi Menggunakan Transplanter

R
Polbangtan
Redaksi

Tim Redaksi

Peran alsintan dalam pengembangan pertanian saat ini merupakan hal penting menuju Pertanian Maju, Mandiri dan Modern. Teknologi mekanisasi harus mencakup dari hulu sampai hilir sehingga tidak hanya meningkatkan produksi, akan tetapi kesejahteraan petani.
Peran strategis mekanisasi pertanian melalui alsintan adalah proses menjadi lebih cepat. Dengan mekanisasi, kita dapat melaksanakan pengolahan lahan, panen, dan pascapanen dengan cepat.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian berharap penerapan alsintan dapat memecahkan masalah kekurangan tenaga kerja yang dibutuhkan dalam usahatani, baik saat secara on-farm, panen (harvesting) maupun pascapanen (off-farm), menekan ongkos produksi, menekan kehilangan hasil menuju efisiensi usahatani sehingga meningkatkan pendapatan petani. Berkenaan dengan efektivitas dan efisiensi alsintan ini, sangat perlu diperhatikan ketepatan alokasi alsintan sesuai kondisi lahan (the right machine on the right land).

Kementerian Pertanian memberikan perhatian besar kepada pengembangan petani milenial dengan harapan dapat mempercepat regenerasi petani. Sejak masuknya era Revolusi Industri 4.0, Kementerian Pertanian melakukan terobosan dalam meningkatkan produksi pertanian di berbagai komoditas melalui peningkatan minat generasi muda.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyatakan bahwa peningkatan peran generasi muda pertanian dalam mengembangkan dan memajukan sektor pertanian, agar lebih prospektif dan berpeluang ekspor perlu diprioritaskan, sehingga dibutuhkan petani-petani muda yang dapat memberikan kontribusi dalam gerakan pembaharuan pembangunan pertanian.

“Saya makin percaya anak muda yang mau terjun di bidang pertanian  bisa punya peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik. Apalagi dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia, maka dunia dalam genggaman kalian,” ujar SYL.

Baca Juga

Menindaklanjuti pernyataan Menteri Pertanian, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa regenerasi petani sudah sangat mendesak untuk dilakukan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Prof Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa generasi muda atau disebut juga pemuda milenial, menjadi penentu kemajuan pertanian di masa depan.

“Estafet petani selanjutnya adalah pada pundak generasi muda, mereka mempunyai inovasi dan gagasan kreatif yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan pertanian,” urai Dedi.

“Dibutuhkan sekelompok anak muda yang memiliki loyalitas dan integritas untuk memajukan pertanian Indonesia secara modern dan berorientasi ekspor agar Indonesia menjadi negara agraris yang mandiri pangan,” lanjut Dedi.

Meski dalam maraknya kasus Covid-19, mahasiswa Polbangtan Gowa tetap melakukan kegiatan pertanian. Salah satunya Syaiful panggilan akrabnya adalah generasi muda pertanian yang tercatat sebagai mahasiswa Polbangtan Gowa, menunjukkan kreativitasnya bersama orangtua disaat Learning From Home diberlakukan karena pandemi Covid-19 ini, dengan melakukan penanaman menggunakan “Transplanter” di Lahan Sawah petani Dusun parang Desa Bone Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan.

Syaifullah merupakan anak seorang petani di salah satu dusun yang ada di Gowa. Saya melakukan proses tanam padi tidak sendirian. Saya bersama bapak saling bergantian menanam menggunakan transplanter. Karena panen padi telah usai otomatis para petani akan kembali menanam padi. Ada yang menggunakan pompa air untuk mendapatkan air dan ada juga yang menggunakan air dari irigasi. Penanaman padi ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan makan dan ada juga yang dijual sehingga bisa menutupi kebutuhan lain. Dalam pandemi covid 19 ini kami para petani akan mengerahkan seluruh tenaga untuk memenuhi kebutuhan pangan Indonesia ditengah pandemi covid 19

Menanam padi merupakan hal yang umum terjadi ketika musim hujan telah masuk. Namun bedanya saya menggunakan mesin transplanter yang tergolong menggunakan tenaga mesin. Saat melakukan proses tanam padi saya perlu menyiapkan bibit terlebih dahulu yang sudah siap untuk ditanam. Kemudia saya mengatur sesuai dengan keadaan mesin transplanter dan kemudian menjalankan mesin sesuai dengan standar operasi.
Hal yang menjadi tantangan adalah kehausan namun tidak bisa minum karena sedang berpuasa. Suasana yang sangtmat menari, namun itu bukan hambatan karena demi memenuhi kebutuhan pangan negeri saya harus berkorban,” kata Syaiful.

Mentan SYL, sektor pertanian menjadi harapan dan tulang punggung di tengah upaya Pemerintah dalam menanggulangi Covid-19.  Semuan insan pertanian tetap bekerja dengan semangat tinggi dan tangguh, mewujudkan kemandirian pangan bangsa. Menjadi petani kita sehat sejahtera dan semangat, agar tetap terus berproduksi. (MUZ).

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.