Selama masa pandemik Covid-19 setiap orang dituntut untuk terus menjaga kesehatan agar tetap bisa beraktivitas secara normal. Saat ini belum ada tanda-tanda masa pandemik akan berakhir. Hal ini tentunya masih meresahkan masyarakat terutaman bagi pekerja lapangan.
Menaggapi permasalahan tersebut, Politeknik Pembangunan (Polbangtan) Gowa mencoba menigkatkan kuantitas orientasi tanam dengan mengembangkan tanaman obat di area kampus Polbangtan.
Pengembangan tanaman obat tersebut menggunakan lahan produktif berdekatan dengan lahan OPAL (Obor Pangan Lestari) atau Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang terletak di halaman depan kampus Polbangtan Gowa.
Dr. Syaifuddin selaku direktur Polbangtan Gowa menuturkan, setidaknya akan menyiapkan area pertanaman tanaman obat sebanyak 1 hektare.
“Kami menyiapkan tambahan lahan khusus sekitar 1 hektar untuk tanaman obat sebagai bentuk pengembangan inovasi penanaman” kata Syaifuddin.
“Ini juga merupakan upaya kami di Polbangtan Gowa dalam membantu mengatasi masa pandemik Covid-19. Pemulihan dan kebangkitan kembali masyarakat di tengah pandemi Covid-19 saat ini menjadi harapan besar untuk diwujudkan” tambahnya.
- BSI Gerakkan 10 Ribu Perempuan Selamatkan Bumi Lewat Aksi Tanam Pohon
- Pemprov Sulsel Matangkan RKPD 2027, Fokus Tekan Stunting dan Lindungi Kelompok Rentan
- Gubernur Sulsel Usulkan Sejumlah Proyek Jalan dan Jembatan Strategis ke Kementerian PU
- PT Vale Tanam Pohon dan Gaungkan Hemat Energi di Hari Bumi 2026, Komitmen Hijau yang Kuat di Area Operasi Morowali
- Dorong Gaya Hidup Sehat, Komunitas Olahraga Beladiri MIM Camp Kini Hadir di Makassar
Nantinya, pengembangan tanaman obat ini akan dilakukan secara bertahap. Adapun rencana komoditas tanaman obat yang dikembangkan tahap awal adalah jenis rimpang seperti temulawak, jahe merah, kunyit putih, dan lain-lain dengan alasan perawatan yang mudah serta tidak membutuhkan biaya yang tinggi. Lokasi yang dipilih juga berdasarkan habitat dari komoditas tersebut.
“Untuk tahap awal kita akan menanam tanaman obat jenis rimpang seperti temulawak, jahe merah, kunyit putih, tentu yang mudah pemeliharaannya dan tidak memakan banyak biaya. Nantinya kami juga akan mengembangkan tanaman eucaliptus dan melaleuca” tambahnya.
Komoditas ini dikenal dalam dunia kesehatan sebagai jamu atau obat herbal yang dapat meningkatkan kesehatan dan stamina tubuh apalagi saat ini sedang masa pandemik Covid-19. Hasil panen nantinya akan diolah dan dijadikan obat herbal produksi Polbangtan Gowa.
“Hasil panen nantinya akan kami olah sendiri dan dijadikan jamu sebagai hasil produksi Polbangtan Gowa” tutupnya.
Kepala Badan PPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi yang menganjurkan untuk senantiasa mengkonsumsi pangan lokal khususnya jamu dari empon-empon untuk meningkatkan imunitas tubuh.
“Kita memiliki sumberdaya pangan lokal yang sangat melimpah, ada empon-empon yang bisa diolah menjadi jamu untuk meningkatkan imunitas tubuh. Saya sendiri sudah rutin mengkonsumsi jamu, Pak Mentan juga, bahkan Pak Presiden mengkonsumsi dua kali dalam sehari,” papar Dedi.
Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo juga berpesan untuk meningkatkan imunitas tubuh dengan mengonsumsi olahan rimpang tanpa mengabaikan Protokol Kesehatan WHO. Tanaman rimpang dimaksud adalah empon-empon seperti sereh, kunyit, kencur, lengkuas/laos dan temulawak.
Manfaat sereh untuk kesehatan erat kaitan dengan kandungan nutrisi di dalammnya. Selain membuat citarasa masakan dan minuman menjadi lebih lezat. Sereh juga mengandung berbagai macam nutrisi yang dibutuhkan tubuh antara lain vitamin B, magnesium, kalium dan zat besi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
