Di Takalar, Mahasiswa Polbangtan dan Petani Bahu-Membahu Olah Sawah Menggunakan Alsintan

Mahasiswa Polbangtan Gowa Bajak Sawah Menggunakan Traktor

Gerakan Percepatan Tanam sendiri menurut Mentan SYL, merupakan upaya antisipasi terjadinya kekeringan dengan memanfaatkan potensi hujan yang masih ada seperti arahan Presiden Joko Widodo dalam rapat kabinet terbatas.

Menurutnya, sektor pertanian sangat bergantung pada cuaca, bencana alam, hama, dan manajemen ketahanan pangan. Karena itu, antisipasi ini harus segera dilakukan oleh semua lingkup Kementan demi meminimalisir terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan.

“Kita kerahkan semua kemampuan termasuk analisa-analisa dari Litbang Kementan untuk bisa menentukan mana pupuk yang cocok, dan mana bibit yang cocok untuk ditanama. Kalau semua berjalan lancar pasti pangan kita aman,” terang Mentan Syahrul.

Ditengah Pandemi Covid-19 ini bukan menjadi alasan bagi petani di Desa Pa’rasanganberu, Kec. Galesong Kab.Takalar untuk berhenti bercocok tanam, para petani tetap bertahan dan optimis hasil panen mereka cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sepanjang bencana ini. Karna pertanian tidak akan pernah terhenti dan mati ia akan terus maju.

Rillah Dien Mantika Putri, mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa ikut berpartisipasi dalam kegiatan olah dan tanam di Kabupaten Takalar. Masa “learning from home” dimanfaatkan untuk mendampingi petani. (14/05).

Baca juga:

Di Takalar, sistem pengolahan sawah sudah tampak modern dilihat dari pemanfaatan alsintan dalam seluruh kegiatan. Hal itu dibuktikan pada pembajakan sawah petani menggunakan Traktor Modern (Traktor roda 4) yang dapat menghemat waktu, mengurangi biaya produksi, hasil tanah lebih baik serta menghemat tenaga petani.

Sedangkan, pada penanaman padi petani menggunakan alat mesin transplanter. Petani yang menggunakan alat tanam transplanter ini sangat merasakan manfaatnya. Petani mengatakan diantaranya yaitu dengan menggunakan transplanter hanya membutuhkan waktu sedikit untuk menyelesaikan pekerjaan, sangat menghemat biaya serta menambah hasil produksi petani.

Mahasiswa Polbangtan Gowa Tanam Padi Menggunakan Transplanter

Dengan menggunakan mesin ini, petani akan diuntungkan karena pekerjaan selesai lebih efisien dan praktis dikarenakan mesin ini lebih bekerja dalam waktu yang cepat daripada menggunakan tenaga manusia, sambil memperlihatkan dan membandingkan sawah yang berada disebelahnya menggunakan alat mesin transplanter, jelas Rillah.

Kegiatan mahasiswa yang aktif dilapangan ini sejalan dengan permintaan Presiden Joko Widodo bahwa pertanian tetap harus terus berproduksi. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof Dedi Nursyamsi pun mengatakan ini di berbagai kesempatan.

“Pandemi Covid-19 menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu yang tetap harus bergerak, selain sektor kesehatan. Karenanya, ayo berjuang terus karena ketersediaan pangan di masyarakat adalah tanggung jawab kita,” jelas Dedi. “Jangan lupa untuk tetap perhatikan protokol penanganan covid 19 di lapangan,” imbuh Dedi.

Komentar

Rekomendasi

Kecintaannya Terhadap Anak-Anak Dorong Vanessa Menjadi Relawan bagi Pengungsi di Malaysia

Kostratani BPP Gandangbatu Sillanan Kembangkan Varietas Kopi Lokal Toraja

Gelar Aksi Sosial, IMM FISIP Bagikan Paket Ramadhan untuk Warga

Mahasiswa Polbangtan Manfaatkan Masa LFH untuk Bantu Petani Tingkatkan Kualitas Semangka

Penyuluh, Mahasiswa Polbangtan dan Petani Bantaeng Bahu-membahu untuk Percepatan Tanam

BPP Gandangbatu Sillanan Dampingi Petani Kembangkan Kopi Arabika Varietas Lokal Toraja

Mahasiswa Manfaatkan “Waktu Belajar dari Rumah” untuk Tingkatkan Produksi Jagung Petani

Agar Produktifitas Makin Baik, Kualitas Terjaga, Mahasiswa Bantu Petani Kendalikan Gulma

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar