Terkini.id, Sumba Tengah – Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) milik Kementerian Pertanian yang berada di Gowa tidak hanya mengajarkan petani di lokasi Food Estate Sumba Tengah untuk meningkatan produktivitas pertanian. Para petani pun diajak untuk mempelajari cara mengolah komoditas seperti bawang merah.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, mengatakan pengembangan kawasan pangan hortikultura menjadi salah satu program super priotas Kementerian Pertanian di Food Estate. Komoditas utama yang dikembangkan meliputi kentang sebagai bahan baku industri, bawang merah dan bawang putih.
“Proyek Food Estate bertujuan mengoptimalkan lahan-lahan potensi sehingga dapat meningkatkan produksi komoditas pertanian yang diharapkan harga jualnya bisa lebih tinggi,” ujar Mentan SYL.
Mentan berkomitmen akan memaksimalkan semua aspek agar pendampingan yang diberikan terhadap petani di Food Estate bisa berjalan maksimal, salah satunya lewat pembentukan Tim Pendampingan/Detasharing Food Estate.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi, meminta kepada para seluruh insan pertanian untuk tetap bekerja mendampingi para petani.
- Polbangtan Dukung Program Cetak Sawah di Gowa, Kapusdiktan Dorong Mahasiswa Terlibat Wujudkan Swasembada Pangan
- Siapkan Generasi Unggul, Polbangtan Kementan Kukuhkan Mahasiswa Baru
- Job Fair Polbangtan Gowa Buka Peluang Kerja Bagi Ratusan Pencari Kerja
- Cetak Wirausaha Muda Pertanian, Inilah Gebrakan Polbangtan Kementan
- Polbangtan Gowa Sukses Audit Surveillance ISO, Menjamin Penyelenggaraan Pendidikan Bermutu dan Berkelanjutan
“Tak hanya penyuluh pertanian yang selalu mendampingi petani, mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) pun turut serta pendamping petani,” katanya.
Di Sumba Tengah, sebanyak 30 mahasiswa Polbangtan Gowa terlibat dalam pendampingan food estate pada periode pertama pada bulan April hingga Juli mendatang.
Selain itu, kegiatan pendampingan juga diintergrasikan dengan Praktik Kerja Lapang (PKL) II selama 40 hari sebagai penerapan program merdeka belajar dan kampus merdeka yang merupakan program besutan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
“Salah satu kegiatan mahasiswa di lokasi adalah membantu petani untuk turut meningkatkan produksi, seperti hari ini, kami bersama Babinsa Desa Tana Modu Kec. Katikutana Selatan turun lapangan untuk membantu petani menanam bawang merah dilahan mereka,” ujar Agung salah satu mahasiswa pendamping asal Polbangtan Gowa.
Menurutnya, tugas para mahasiswa selain ikut membantu menanam bawang, juga memberikan penyuluhan-penyuluhan terkait penanganan komoditas ini, mulai dari mengolah lahannya sampai dengan kegiatan pasca panen.
“Tak hanya itu, kami pun bersama-sama dengan petani untuk mengolah hasil panennya agar menjadi bawang goreng siap saji untuk memberikan nilai tambah terhadap hasil produksi pertaniannya,” ujarnya.
“Kami berharap usaha kami agar para petani mengolah hasil panen mereka dapat menjadi usaha rumah tangga sehingga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan, meningkatkan nilai tambah dan daya saing serta menjaga stabilitas harga bawang merah pada saat produksi melimpah,” tambah Agung.
Rangga, salah seorang petani di Desa Tana Modu, Kecamatan Katikutana Selatan, Kab. Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur, yang saat ini fokus mengembangkan komoditas bawang merah, menyambut baik adanya pendampingan dari mahasiswa.
“Adanya pendampingan dari penyuluh serta mahasiswa Polbangtan menjadi motovasi kami untuk memanfaatkan lahan yang dulunya tidak terpakai menjadi lahan berproduktifitas khususnya dengan budidaya bawang merah,” kata Rangga.
Menurutnya sejak ditetapkannya Sumba Tengah sebagai Food Estate, Ia telah berhasil memotivasi petani lainnya untuk menanam bawang merah.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
