Di Tengah Pandemi, Para Istri Ojol Berlatih Menjahit Masker

Para istri pelaku ojek online mitra grab dilatih menjahit masker di tengah Pandemi.(ist)
Para istri pelaku ojek online mitra grab dilatih menjahit masker di tengah Pandemi.(ist)

Terkini.id, Makassar – Dengan adanya anjuran bagi masyarakat Indonesia untuk tetap diam di rumah dan menghentikan penyebaran COVID-19, banyak sektor telah terkena dampak secara ekonomi, terutama pada keberlangsungan pendapatan dari mitra pengemudi.

Untuk terus mendukung mitra pengemudi, Grab terus berupaya untuk memberikan kesempatan bagi mereka untuk memperoleh penghasilan alternatif.

Di Makassar, Grab bekerja sama dengan Makassar Jeans House, pelopor usaha custom baju dan konveksi Makassar, untuk memberikan pelatihan pembuatan masker pada istri dari mitra pengemudi agar dapat turut menambah penghasilan keluarga.

“Di saat pandemi berlanjut, banyak mitra pengemudi kami yang terdampak. Dengan menghadirkan pelatihan bagi para istri mitra pengemudi bersama dengan Makassar Jeans House, mereka dapat belajar keterampilan baru dan meningkatkan produktivitas di tengah situasi saat ini.

Kami harap pelatihan ini dapat turut menambah penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dari keluarga para mitra pengemudi kami. Sejalan dengan misi GrabForGood untuk menggunakan teknologi untuk kebaikan, kami senang dapat melakukan kegiatan ini,” jelas Ahmad Hidayat, City Manager Makassar, Grab Indonesia.

Baca juga:

“Kami sangat senang bisa bekerja sama dengan Grab Makassar untuk membantu menambah keterampilan dari para istri mitra pengemudi. Dari pelatihan yang diikuti sebagai modal awal, kami yakin pasti mereka dapat termotivasi untuk menjalankan usaha kedepannya dengan bekal yang sudah dimiliki.
Dengan tingginya kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan di tengah pandemi, masker menjadi salah satu kebutuhan yang wajib dimiliki oleh setiap orang.

Oleh karena itu, menjalankan usaha penjualan masker saat ini tentunya akan dapat turut menjadi sarana untuk mendapatkan penghasilan tambahan,” ungkap Sidiq Pradipta Laksmana, pemilik usaha Makassar Jeans House Company.

Puluhan istri mitra pengemudi GrabBike dan GrabCar di Makassar akan mengikuti pelatihan pembuatan masker di konveksi Makassar Jeans House selama enam hari.

Dari 3.000 masker yang dihasilkan, 300 masker siap dibawa pulang oleh istri mitra pengemudi yang mengikuti pelatihan ini.

Masker tersebut dapat dijual kembali untuk menambah penghasilan maupun digunakan sebagai modal untuk mulai menjalankan usaha pembuatan masker kedepannya. Selain itu, masker juga akan dibagikan kepada keluarga mitra pengemudi, merchant GrabFood dan juga GrabKios untuk menjaga kesehatan mereka.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi saya dan teman-teman lain untuk menambah keterampilan. Saya sangat senang bisa ikut program ini dan semoga ilmu yang saya dapatkan di sini bisa saya lanjutkan untuk membangun usaha kecil-kecilan yang bisa membantu penghasilan dari suami terutama di masa yang tidak mudah ini,” ungkap Nurmila Dg Baji, istri mitra pengemudi Grab yang mengikuti pelatihan.

“Kami akan terus berupaya untuk mencari cara dalam membantu mitra pengemudi kami di tengah pandemi COVID-19.

Dengan inisiatif ini, kami harap tidak hanya turut meringankan beban dan memotivasi mitra pengemudi dan keluarga, namun juga bisa menjaga keselamatan dan kesehatan para mitra dengan pembagian masker ke mitra-mitra kami yang membutuhkan,” tutup Ahmad.

Komentar

Rekomendasi

Kreatif! Wedding Organizer Pakai Green Screen, Acara Pernikahan Jadi Meriah

Hari Kartini: Dari dan untuk Perempuan Tangguh

Tiga Cara Unik Sutrayanti dalam Menghadapi Pandemi Covid-19

Lewat Karya dan Kerja Nyata, Cara Andi Oci Alepuddin Maknai Perjuangan Kartini

Hari Perempuan Internasional, Ini Para Single Mother yang Sukses Mandiri dengan Memanfaatkan Teknologi

Menyentuh, Calon Dokter Cerita Kisahnya Dibesarkan oleh Ayah Down Syndrome

Kisah Sukses Pengusaha Kuliner Hits Geprek Bensu

Bocah Miskin Dibalik Kesuksesan Kedai Kopi Starbucks

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar