Dianggap Mengecewakan Tim Pemenangan Appi-Rahman, Konsultan Polmark Diusir dari Makassar

Pasangan Munafri Arifuddin (Appi) - Rahman Bando menjadi kandidat pertama yang mendeklarasikan diri maju pada Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Makassar 2020, di Hotel Aryaduta Makassar, Jumat 21 Agustus 2020.

Terkini.id — Pasca beredarnya hasil survei Polmark di sejumlah media sosial, dan menyusul bantahan terkait Eep Safulloh Patah terkait hasil Polmark di Pilwali Makassar. 

Kini Eep Safulloh Patah dipecat sebagai konsultan politik Appi-Rahman, sementara Tim Polmark yang sedang bekerja diusir dari Makassar oleh Tim Pemenangan, sejak Senin 14 September 2020.

Pengusiran itu merupakan buntut dari pernyataan Eep Saefulloh sebagaimana dikutip sejumlah media, seolah mengingkari hasil survei Polmark yang dipublikasikan oleh tim pemenangan Appi-Rahman.

Sebelumnya, beredar luas sebuah poster hasil survei Polmark besutan Eep, yang menempatkan pasangan Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando (Appi-Rahman) di posisi unggul dibandingkan tiga pasangan calon lainnya.

“Mengecewakan. Pak Erwin Aksa selaku Ketua Tim Pemenangan kecewa sekali dengan sikap Eep. Eep mengingkari hasil survei Polmark. Kultur orang Bugis-Makassar, dalam keadaan dan situasi apapun, tidak akan pernah mengingkari bayi yang dilahirkannya,” kata Fadli Noor, juru bicara Appi-Rahman.

Menarik untuk Anda:

Fadli mengatakan, poster yang beredar massif dan menjadi perbincangan luas di masyarakat, kalaupun dibantah bukan pihak Eep atau Polmark yang membuat dan mengedarkan, tetapi substansi hasil survei Polmark sama dengan yang tercantum pada poster tersebut.

“Tidak ada kebohongan dan pembohongan di dalamnya,” kata Fadli.

Fadli menambahkan, Tim Appi memiliki semua dokumen kontrak tentang pengikatan kerjasama antara Tim Pemenangan Appi-Rahman dengan Polmark, termasuk hasil survei yang telah dilakukannya dan bukti-bukti pembayarannya. Bahkan foto-foto ketika Polmark mempresentasikan hasil surveinya ke tim di Makassar, itu ada semua.

“Kontrak menyebutkan Polmark bekerja untuk tujuan politik memenangkan Appi-Rahman. Jadi Polmark itu merupakan bagian dari kerja besar pemenangan Appi-Rahman,” tegas Fadli.

Dengan demikian, menurut Fadli, apa pun yang dilakukan tim pemenangan dengan segala cara yang benar, tidak ada kebohongan atau pemalsuan data, selama sesuai hasil survei, itu merupakan kewenangan Tim Pemenangan.

“Menjadi aneh ketika Eep dan Polmark mengingkari informasi itu,” ujar Ketua PSI Sulsel ini.

Fadli membeberkan, Tim Pemenangan telah melakukan kontrak kerja dengan PolMark untuk kegiatan pendampingan political marketing per 19 Agustus 2020 dengan nilai kontrak satu setengah milyar dan telah dibayarkan.

“Dalam perjanjian kontrak tersebut, kami berhak menerima bantuan semaksimal mungkin dalam komunikasi politik dan upaya pemenangan lainnya. Angka-angka elektabilitas yang tercantum dalam meme yang beredar seharusnya diafirmasi oleh PolMark karena angka-angka tersebut bersumber dari hasil survey mereka sendiri, namun faktanya justru dibantah oleh Eep dan PolMark. Ini ibarat Eep menyangkali anak yang dilahirkannya sendiri,” katanya.

Integritas atau taro ada taro gau (satunya kata dan perbuatan) bagi orang Bugis-Makassar adalah kunci kemanusiaan, sikap yang didasari harga diri, harkat dan martabat manusia Bugis-Makassar.

“Untuk hal ini, Eep tidak pantas berada dalam pusaran dinamika Makassar. Untuk itu kami pecat Eep dan usir PolMark Indonesia dari tanah Makassar,” ujar Fadli.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Anggota DPR Fraksi Gerindra: Pemilih Cerdas Pilih Nomor Satu yang Sudah Terbukti

Pedagang Pantai Losari Dukung Danny-Fatma di Pilkada 2020

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar