Terkini.id, Jakarta – Mantan tahanan politik Papua Ambrosius Mulait melaporkan kasus penganiayaan yang diduga dilakukan anggota polisi. Ia pun telah melayangkan laporan tersebut ke Komnas HAM, Senin 2 November 2020.
Ambrosius mengatakan, pada 25 September 2020 ia menemukan rekannya sedang adu mulut dengan salah satu resepsionis di Hotel Anggrek, Papua.
Saat itu, Ambrosius melerai adu mulut tersebut. Namun tak berselang lama, datang oknum yang dikatakan Ambrosius tiba-tiba memukulnya.
“Mangkanya saya tanya masa saya yang melerai kedua belah pihak kenapa harus saya yang dipukul?” ujar Ambrosius, Senin 2 November 2020 seperti dikutip dari suaracom – jaringan Terkini.id.
Tak lama setelah itu, kata Ambrosius, ia didatangi sekelompok orang yang disebutnya anggota berpakaian preman.
- PT Vale Gercep Salurkan Bantuan ke Korban Angin Puting Beliung dan Banjir di Pomalaa
- Bekerjasama dengan Sulawesi Berlian Motor, Mitsubishi Buka Diler Perdana di Gowa
- Revitalisasi Pasar Bulukumba Masih Ditelusuri Aparat Penegak Hukum
- Tim Hukum Eks Anggota Baznas Enrekang Beberkan Kekeliruan Jaksa: ZIS Bukan Anggaran Negara
- Tak Perlu ke Luar Sulawesi, Fasilitas MRI dan Endoskopi Kini Hadir di Primaya Hospital Hertasning
Satu orang di antaranya ia sebut memegang senjata. Ambrosius mengaku dianiaya dengan menggunakan popor senjata.
Tak hanya itu, ia juga mengaku diborgol dan dibawa ke kantor Kepolisian Sektor Abepura.
Saat di kantor kepolisian, Ambrosius pun mengaku
mendapat penganiayaan yang dilakukan enam orang.
Ketika kejadian penganiayaan tersebut berlangsung, kata Ambrosius, datang seorang pengacara.
Namun, pengacara itu tiba-tiba memilih keluar dari kantor polisi usai menyaksikan peristiwa tersebut.
“Pengacara tiba-tiba masuk polisi yang sempat hajar saya itu melakukan pemukulan itu tiba-tiba menghindar dari tempat itu, lari keluarlah jadi mengamankan diri semacam itu,” ujarnya.
Akibat penganiayaan itu, kata Ambrosius, dirinya mengalami patah di bagian bagian hidung, mata bengkak, dan retina pecah serta telinga kanan sobek.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
