Diduga Kehabisan Kuota Internet untuk Main Game Online, Remaja Ini Gantung Diri

Korban kecanduan game online. (Foto: ilustrasi)

Terkini.id, Solok – Main game online lewat ponsel maupun gadget lainnya saat ini banyak digemari masyarakat, khususnya kalangan remaja. Aktivitas hiburan ini kerap dilakukan saat sedang jenuh atau di waktu luang.

Namun, game online juga bisa berefek negatif pada kesehatan fisik dan mental kita, apalagi jika sudah kecanduan.

Terkait hal itu, belum lama ini seorang remaja di Solok Selatan, Sumatera Barat nekat gantung diri diduga akibat kecanduan game online.

Remaja berinisial NS (18) tersebut ditemukan tewas gantung diri di pintu kamarnya.

Dilansir dari borneo24com, Kamis, 9 Juli 2020, NS diduga kerap meminta uang kepada orang tuanya karena kehabisan paket data atau kuota internet untuk main game online.

Menarik untuk Anda:

Namun, orang tua NS tidak bisa memenuhi permintaan korban. Hal itulah yang diduga membuat NS nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Berdasarkan kronologi kejadian, NS ditemukan saat ibu korban, Asni (35), pulang dari Lubuk Malako sekitar pukul 10.00 WIB.

Saat Asni mengetuk pintu rumah, NS tak kunjung membuka pintu.

Ia pun akhirnya mendobrak pintu tersebut. Namun alangkah kagetnya dia saat melihat anaknya itu sudah tergantung di depan pintu kamar.

Melihat anaknya gantung diri, ia lantas berteriak histeris hingga membuat para tetangga mendatangi rumahnya untuk mencari tahu apa yang terjadi di rumah Asni.

Warga pun kemudian melaporkan kejadian itu kepada aparat berwajib.

Kapolres Solok Selatan AKBP Tedy Purnanto membenarkan adanya peristiwa gantung diri remaja tersebut.

Tedy mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah menyelidiki kasus itu.

“Dugaan sementara korban memang murni bunuh diri,” ujar Tedy seperti dikutip dari borneo24com.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kata Tedy, Tim Inafis tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

Menurut keterangan warga setempat, korban sering mengurung diri dalam rumah dan jarang bergaul dengan masyarakat.

Atas kasus tersebut, Polres Solok Selatan berharap kepada para orang tua agar aktif berkomunikasi dengan anak-anak.

“Jangan orang tua hanya disibukan dengan ekonomi semata, jangan paksakan kehendak orang tua terhadap anak,” ujar Tedy.

Hingga berita ini dibuat, kasus gantung diri remaja diduga kecanduan online tersebut masih sementara dalam penyelidikan aparat kepolisian.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Kabar Duka, Ayah Ustaz Khaliq Basalamah Tutup Usia, Rumah Duka di Jalan ini

Boedi Jarot Sebut Habib Rizieq Tetesan Darah Khawarij, Pembunuh Keluarga Besar Nabi

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar