Digugat Wiranto Gara-gara Ngutang, Bambang Sujagad: ‘Uang Dolarnya Kedaluwarsa’

Wiranto
Wiranto menggugat mantan Bendahara Umum Hanura Bambang Sujagad ke pengadilan. (Foto: Tribunnews)

Terkini.id, Jakarta – Mantan Menko Polhukam Wiranto menuntut eks Bendahara Hanura Bambang Sujagad Susanto ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

Tuntutan Wiranto tersebut terkait pengembalian uang yang dipinjam Bambang sebesar SGD 2.310.000 atau setara dengan Rp 23 miliar, ditambah bunga dan kerugian selama 10 tahun. Total tuntutan mencapai Rp 44,9 miliar.

Jenderal Purnawirawan TNI ini menilai Bambang telah melakukan wanprestasi/ingkar janji/cedera janji karena tidak melaksanakan dan mentaati isi surat perjanjian tertanggal 24 November 2009 tentang penitipan dana sebesar SGD 2.310.000.

Menanggapi gugatan Wiranto, Bambang Sujagad membeberkan uang yang dititipkan kepadanya ternyata sudah kedaluwarsa.

“Maaf, saya belum pernah utang uang Pak Wiranto. Beliau yang punya kepentingan untuk menitipkan uang dolar Singapura (yang tidak laku), kepada saya untuk ditukar agar laku dipakai. Saya tidak menerima imbalan jasa, semata- mata saya lakukan karena kepatuhan saya sebagai bendahara umum,” kata Bambang, seperti dilansir dari Detik, Selasa, 12 November 2019.

Bambang menceritakan kronologi kasus tersebut. Ia mengatakan dipanggil oleh Wiranto dan diserahi dua bundel uang masih dalam bungkusan plastik (belum pernah dibuka).

Satu amplop uang berisi 31 lembar. Setiap lembarnya pecahan SGD 10 ribu atau Rp 100 juta per lembar. Total SGD 2.310.000. Bambang diminta menandatangani 1 lembar kwitansi.

“Seminggu kemudian dipanggil lagi, disodori 1 lembar kertas untuk ditandatangani. Kertas tersebut isinya perjanjian penitipan uang yang telah dibuat oleh Pak Wiranto,” kata Bambang.

Namun ternyata, uang dolar tersebut tidak dapat ditukarkan di Bank Singapore. Alasannya karena tidak ada surat asal- usul uang tersebut. Selain itu, lembaran pecahan uang itu sudah kedaluwarsa masa edarnya yaitu tahun 1997-2002.

“Satu- satunya cara uang tersebut dijual/ tukarkan di pasar uang Singapura,” ungkapnya.

Menurut aturan bea cukai Singapura, lanjut Bambang, setiap orang yang masuk Singapura hanya dibolehkan membawa uang cash Singapura sebesar SGD 38 ribu (4 lembar uang puluhan ribu).

“Setiap dua minggu sekali saya masuk Singapura membawa uang 4 lembar lembar untuk ditukar di pasar Singapura. (dengan potongan 15-30 oersen). Saya memerlukan banyak waktu untuk menukarkan menjadi 231 lembar kurang lebih 100 minggu (2 tahun),” terangnya.

Uang itupun ia kembalikan ke Wiranto. Namun, belakangan Bambang kaget karena muncul gugatan di PN Jakpus dan ramai disorot berbagai media.

Berita Terkait
Komentar
Terkini