Terkini.id, Jakarta – Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Wiranto menyarankan mahasiswa agar tidak melanjutkan rencana demonstrasi penolakan masa jabatan presiden tiga periode yang akan digelar 11 April mendatang.
Menurut Wiranto, lebih baik mahasiswa mengutamakan dialog. Mantan Panglima TNI itu membuka peluang untuk berdialog dengan elemen mahasiswa di kantor Wantimpres.
“Ketimbang panas-panas di jalan, lebih baik kita bicara di ruangan yang adem, ngomong, bicara,” kata Wiranto dalam jumpa pers di Kantor Wantimpres dilansir dari CNN Indonesia.
Berita terkait Wiranto yang memberikan saran pada mahasiswa ini ramai direspon oleh banyak warganet di media social Twitter, salah satunya dating dari pengguna bernama @Fahar019474121.
Dalam cuitan sentilannya, akun Twitter @Fahar019474121 berpendapat jika ide Wiranto ini bagus agar diberi amplop untuk tutup mulut.
- Wiranto Pastikan Belum Terikat Dengan Salah Satu Parpol Peserta Pemilu 2024
- Tuntutan Mahasiswa Terjawab, Wiranto: Pemerintah, Pasti Akan Mendengarkan!
- Kena Prank, Mahasiswa yang Temui Wantimpres Wiranto Bahas Presiden Jokowi 3 Periode Ternyata bukan BEM Nusantara
- Waduh Mana yang Benar? BEM Nusantara Bertemu Wiranto Tapi Akun Instagramnya Membantah: Bukan Kami
- Wiranto Turun Tangan Jelang Demo Akbar 11 April, Rocky Gerung: Ada Kecemasan Luar Biasa
“Ide yg bagus. Biar bisa di kasih amplop tutup mulut” Tulis akun Twitter @Fahar019474121.

Pengguna Twitter lain, bernama @SahronihO menyarankan hal yang sama, dalam cuitannya ia menuliskan jika mahasiswa yang bertemu Wiranto akan mendapatkan amplop coklat
“Ruangan yg adem, dan pulang nya bawa amplop coklat…” Tulis akun Twitter @SahronihO.
Akun Twitter @hendrabuana tak ketinggalan memberikan komentarnya, menurutnya jika ingin ruangan adem maka demonya harus sampai menduduki gedung DPR dan Istana.
“Demonya sampai duduki gedung DPR dan istana pasti adem semua..” Tulis akun Twitter @hendrabuana.
Seperti diketahui sejumlah elemen mahasiswa berencana menggelar aksi unjuk rasa di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin 11 April 2022.
Demonstrasi digelar dalam rangka menolak wacana perpanjangan masa jabatan presiden. Demonstrasi itu juga memprotes kenaikan harga bahan pokok dan bahan bakar minyak.
“Kita akan tetap gelar aksi pada tanggal 11 April 2022,” ungkap Koordinator Pusat BEM SI, Kaharuddin dilansir dari CNN Indonesia.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
