Masuk

Dijanjikan Upah Rp 30 Juta Untuk Jadi Kurir Narkoba, 2 Wanita Asal Jakarta Ditangkap

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Dua orang wanita muda berinisial BW (25) dan SO (26) kini ditahan dengan menggunakan baju oranye dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BPNP) Kepri.

Keduanya ditangkap karena terbukti tengah membawa narkoba, yang sebelumnya memang sedang diselidiki oleh petugas.

“Pengungkapan kasus ini merupakan informasi dari masyarakat bahwa di tempat wisata Ocarina akan ada transaksi narkotika,” ungkap Kabid Berantas BPNP Kepri, Kombes Pol  Heru Yulianto, pada Jumat, 21 Januari 2022.

Baca Juga: 2 Kg Sabu Berhasil Diamankan Oleh BNN Banten di Pintu Tol Merak

Lokasi penangkapan kedua wanita tersebut berada di Mega Wisata Ocarina, Kota Batam, pada Senin, 3 Januari 2022 lalu. Saat itu tim penyidik sedang melakukan pengintaian, kemudian mereka mendapati kedua wanita tersebut mengambil sesuatu di dalam ban bekas.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas mendapati barang bukti narkotika yang disimpan didalam tas yang didalamnya berisi narkotika golongan I,” ujarnya, yang dikutip dari Kumparan.com pada Jumat, 21 Januari 2022.

Dari hasil penyergapan kedua tersangka, polisi menemukan sabu seberat 1,046 gram dan juga 3.800 butir ekstasi.

Baca Juga: Sebut Kinerja Anies Musibah, PSI: Warga Jakarta Sabar Ya

Heru juga menceritakan bahwa  BW dan SO merupakan warga Jakarta, yang diutus oleh bandar Jakarta untuk menjemput barang terlarang itu di kota Batam.

“Jadi 2 orang ini sebagai kurir yang diperintahkan untuk menjemput narkotika di Batam dengan menggunakan taksi online,” ujarnya.

Kombes Pol  Heru Yulianto memaparkan, BW dan SO dijanjikan upah sebesar Rp 30 juta jika mereka berhasil membawa sabu dan ekstasi yang didatangkan dari Malaysia itu.

“Mereka ini tergiur karena upahnya besar, keduanya kost di Jakarta. Kasus ini masih kita lakukan pengembangan lebih lanjut,” jelasnya.

Baca Juga: Tribun JIS Roboh, Grace Natalie: Kita Tidak Boleh Berharap Banyak Pada Anies!

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2),112 ayat (2), Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 dengan hukuman maksimal hukuman mati atau seumur hidup.