Dilaporkan Hilang, Perhiasan Milik Peserta Tes CPNS di Jeneponto Ternyata Tercecer

Peserta CPNS
Dua peserta seleksi CPNS Lingkup Pemkab Jeneponto yang mengaku kehilangan uang dan perhiasan dipertemukan dengan panitia tes SKD seleksi CPNS. (Foto: terkini.id/Syarief)

Terkini.id, Jeneponto – Polisi mempertemukan dua peserta tes CPNS Lingkup Pemkab Jeneponto, Sri Herliani dan Ervina Zulfana, yang mengaku kehilangan uang dan perhiasan, dengan panitia tes SKD seleksi CPNS.

Mereka dipertemukan di ruang penyidik
di ruang Tindak Pidana Umum ( Tipidum ) Sat Reskrim Polres Jeneponto, Jalan Lanto Daeng Pasewang, Kabupaten Jeneponto, Rabu, 19 Februari 2020.

Mereka dimintai keterangan terkait laporan dugaan  adanya barang yang hilang saat dititip di loket penitipan barang peserta tes seleksi CPNS.

Panitia seleksi tes CPNS tingkat Kabupaten Jeneponto diwakili Hj. Hartati Hamid, selaku Koordinator Loket Penitipan Barang mengklarifikasi terkait laporan Sri Herliani.

“Jadi perlu saya sampaikan bahwa panitia sudah menyampaikan kepada semua peserta untuk tidak membawa barang saat mengikuti tes dan saat peserta menitipkan barang itu dibungkus plastik dengan baik dan pada saat diberikan, panitia mengarahkan peserta untuk memeriksa barangnya, tapi memang sejumlah peserta yang begitu diberikan barangnya dia langsung pulang,” jelasnya.

Di depan polisi, Hartati Hamid yang didampingi salah seorang panitia, membawa barang berupa beberapa E-KTP dan perhiasan Liontin yang didapat panitia di area pelaksanaan tes.

“Tiga e- KTP milik peserta CPNS dan Liontin ditemukan tercecer, ada juga barang yang dititip yang sampai sekarang belum diambil orangnya, yakni uang 30 ribu rupiah, bros atau penusuk jilbab, kalau itu liontin, saya temukan sendiri di teras sisi timur kantor bupati Jeneponto jalan masuk di area tunggu peserta tes, sedangkan barang lainnya ditemukan oleh anggotaku,” jelas Hartati Hamid.

Dia juga mengungkapkan, saat peserta akan masuk di area tunggu, semua peserta diperiksa oleh panitia.

“Saat diperiksa, Sri Herliyani ini dia sendiri yang buka kalungnya dan memasukkan di tasnya, makanya saat saya dengar liontinnya hilang di tempat penitipan barang tidak mungkin, karena kalau dicuri pasti pencurinya ambil bersama kalungnya,” tutur Hartati.

Liontin tersebut kemudian dikembalikan ke pemiliknya setelah ditemukan tercecer, sedangkan uang dan perhiasan mas kawin milik Ervina Zulfana belum ditemukan.

Sri Herliani meminta maaf dan berterima kasih kepada pihak BKPSDM Jeneponto, karena liontin miliknya telah ditemukan.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada panitia, liontin saya telah ditemukan, saya juga minta maaf,” ucap Sri Herliani.

Sementara itu, pihak Polres Jeneponto membenarkan jika liontin salah satu peserta seleksi CPNS yang sebelumnya dikabarkan hilang telah ditemukan dan sudah diserahkan ke pemiliknya.

”Terkait dengan adanya laporan kehilangan oleh Sri Herliani terkait dengan dugaan tindak pidana pencurian atas hilangnya barang di tempat penitipan barang pada ujian CPNS di Kantor Bupati Jeneponto itu ditemukan karena diduga tercecer di area kantor Bupati Jeneponto, di sekitar masuk area tunggu para peserta tes CPNS,” kata Pjs Kasubag Humas Polres Jeneponto, AKP Syahrul Regama.

Komentar

Rekomendasi

Bupati Jeneponto Belasungkawa Meninggalnya Ibunda Presiden Jokowi

Pimpin Rapat Terbatas dengan Forkopimda, Bupati Jeneponto Harap Koordinasi Intens Cegah Corona

Cegah Covid-19, Mulyadi Mustamu Imbau Masyarakat Ikuti Instruksi Pemerintah

Anggota DPRD Sulsel ini Himbau Warga Konsumsi Sayur Kelor

3 Anggota DPRD Sulsel Temui Tim Gugus Tugas Covid-19 Jeneponto, Bahas Apa ya?

Tripika Kecamatan Bangkala Bersama AMUBA Sterilkan Pasar dan Masjid

Wabah Covid-19, PB HPMT Tindaklanjuti Instruksi Bupati Jeneponto

Cuitan Dokter Soal APD Seadanya, Sekda: Ada Uang Tapi Barang Tidak Tersedia

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar