Terkini.id, Palu – Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah warga mengamuk lantaran dilarang oleh kepala desa untuk melaksanakan Salat Idulfitri berjamaah viral di media sosial.
Dalam video tersebut, terlihat puluhan warga tersebut menyerang aparatur pemerintahan desa setempat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa dalam video viral itu terjadi di salah satu desa di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah pada Minggu pagi, 24 Mei 2020, saat pelaksanaan salat Idulfitri.
Adapun kericuhan tersebut disebutkan dipicu lantaran kepala desa setempat melarang warganya untuk menggelar salat Id berjamaah.
Tak terima dengan larangan tersebut, warga pun emosi dan sontak mengamuk ke kepala desa.
- Salat Id di Claro Makassar Diserbu Ribuan Jemaah, Area Parkir Ikut Jadi Tempat Salat
- Hujan Deras Tak Halangi 8.000 Jamaah Salat Id di Unismuh Makassar
- Dinas Perhubungan Makassar Turunkan 274 Personel Jaga Arus Lalu Lintas Selama Salat Idulfitri
- Zakat Fitrah Wajib di Bulan Ramadan, Siapa yang Berhak Menerima?
- Dinas Perhubungan Kota Makassar Siapkan 150 Personel untuk Pengamanan Salat Idulfitri
Bahkan, dalam video itu terlihat seorang petugas aparatur desa setempat didorong kemudian dikejar warga dan hendak dipukul.
Dalam video juga terdengar beberapa warga yang menyaksikan kejadian itu berteriak histeris.
“Ya Allah, ya Allah,” ujar salah seorang warga.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah setempat terkait kejadian dalam video viral tersebut.
Diketahui, di momen Idulfitri saat ini sejumlah pemerintah daerah meminta kepada masyarakat untuk melaksanakan salat Id di rumah masing-masing.
Hal itu dilakukan aparatur pemerintahan guna memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 du tengah-tengah masyarakat.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
