Terkini.id — Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Makassar memberikan respons cepat atas maraknya peristiwa kebakaran yang terjadi beberapa hari terakhir.
Bahkan dalam sehari kasus kebakaran terjadi sebanyak tiga kali.
Petugas kesehatan kini disiapkan dalam meminimalisir jatuhnya korban akibat kebakaran.
Kepala Dinas Kesehatan Diskes Kota Makassar, Naisyah Tun Azikin mengatakan, pihaknya telah mengutus petugas medis di lokasi kebakaran untuk memberikan layanan kesehatan.
Seperti lokasi kebakaran di Pannampu dilayani oleh petugas kesehatan Puskesmas Kaluku Badoa. Sementara Puskesmas Dahlia di pasar Senggol, dan Puskesmas layang di Jalan Bandang.
- Di Balik Sekop Sang Komandan, Mengukir Jalan Kesejahteraan untuk Rakyat di Jeneponto
- Mubes IKA Unhas Berakhir Riang Gembira, MRR : Berlangsung Tertib Tidak Ada Ricuh, Terima Kasih Semuanya
- TP PKK Sulsel Gelar Rakor, Bahas Program Pokok dan Persiapan Agenda Nasional 2026
- Bupati Sidrap: MRS Celebes Series Jadi Ajang Lahirkan Pembalap Nasional hingga Internasional
- HIPMI Institute Sulsel Resmi Dilantik, Usung Ekosistem Kolaboratif untuk Cetak Founder Muda Berdaya Saing Global
“Mereka memberikan pelayanan kesehatan kepada korban kebakaran pasca-kebakaran,” kata Naisyah saat ditemui di Posko Covid-19 Kota Makassar, Kamis 27 Agustus 2020.
Menurut Naisyah, dirinya telah menginstruksikan kepada seluruh Puskesmas untuk terus bersiaga terhadap peristiwa kebakaran. Pasalnya, tiap musim kemarau, peristiwa kebakaran rawan terjadi.
Naisyah kemudian meminta masyarakat berhati-hati dalam beraktivitas. Hal itu untuk mengantisipasi ancaman kebakaran yang bisa saja terjadi kapanpun. “Kalau ada yang sakit akibat kebakaran dilayani oleh posko pelayanan kesehatan,” ucap Naisyah.
Sementara itu, Kepala Bidang Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar, Hasanuddin menjelaskan, rentetan kebakaran yang terjadi diakibatkan faktor cuaca. Di mana cuaca khususnya di Kota Makassar mencapai suhu di atas 35 derajat celcius.
“Saya kira ini kita sudah memasuki musim kemarau. Dihimbau kepada warga untuk tetap waspada karena bahan yang mudah terbakar pada kering,” ujarnya.
Lanjut Hasanuddin, bahan yang kering tersebut bisa memicu kebakaran. Bahkan dengan percikan api kecil sekalipun. Sebisa mungkin masyarakat memisahkan bahan yang mudah terbakar dari sumber api.
Bahkan (bahan yang kering) dipicu dengan api kecil pun bisa terbakar, tetap waspada. Termasuk semua tumpukan sampah semua pada kering. Termasuk puntung rokok yang disentil itu bisa menyebabkan api yang besar,” paparnya.
“Contohnya saja ini kayak ini kebakaran alang alang yang hampir tiap hari kita padamkan,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
