Terkini.id — Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Makassar akan mewajibkan rapid tes bagi ibu hamil sebagai diagnosa awal sebelum melakukan persalinan.
Kepala Diskes Makassar, Naisyah Tun Azikin mengatakan, rapid test merupakan cara paling efektif dikarenakan prosesnya yang cukup cepat jika dibandingkan dengan tes usap atau swab yang hasilnya paling cepat dua jam.
“Ini upaya paling efektif, karena menyangkut keselamatan bayi dan kedua keselamatan tenaga kesehatan,” kata Naisyah di Posko Gugus Tugas Covid-19 Jalan Nikel Raya, Selasa 29 September 2020.
Naisyah menyatakan, tak bisa melakukan metode screening Covid-19 dengan menggunakan swab test. Hal ini dikarenakan penyediaan kuota swab test di Makassar terbatas.
“Nah sudah ada juknis peraturan yang menyatakan lakukan pemeriksaan sesuai juknis kondisi di daerah masing-masing. Yang prtama tidak semuanya kita bisa lakukan swab,” terangnya
- Studium Generale di Unismuh, Wamendiktisaintek Tekankan Mutu, Akses, dan Relevansi
- Fatmawati Rusdi Apresiasi Buku 'BupAAS: Jalan Pengabdian', Karya Inspiratif Penuh Referensi
- Andi Iwan Darmawan Aras Terpilih Aklamasi Pimpin HNSI Sulsel 2026--2031, Siap Perjuangkan Kesejahteraan Nelayan
- Peringati Hari Lingkungan Hidup, PJM Tanam 20 Ribu Pohon di Maros
- Tazkiyah Group Beri Hadiah Haji Khusus Gratis di Momen Perayaan Tahun Baru 1448 Hijriah
Sementara ibu hamil yang diperkirakan Diskes Makassar berkisar 30 ribu di tahun 2020.
Ia juga mengatakan bahwa untuk menghindari kondisi darurat ketika ibu hamil yang mau melahirkan harus diswab terlebih dahulu.
“Kemudian yang kedua, kondisi darurat, datang ibu hamil mau melahirkan. Mau mi keluar anaknya baru disuruh swab, 3 Hari baru ditau hasilnya, lama ditunggu hasilnya, tidak mungkin kita langsung tahu, jadi kita mendeteksi dengan screening Rapid,” paparnya
Olehnya itu, pihaknya tetap mewajibkan Rapid test untuk ibu hamil. Hal ini kata dia telah menjadi protap untuk memastikan keamanan kesehatan.
“Begitu ada yang reaktif kita swab. Begitu swab positif kita rujuk ke RS rujukan Covid-19, yaitu Dadi dan Labuan Baji.Itu protapnya. kalau kita tidak screening, dia belum impartum, pada saat kondisi darurat dia datang sudah muncul kepala bayinya, tunggu dulu tahanki swab ki dulu, waduh,” imbuhnya
Ia juga memastikan rapid test aman bagi bayi usia dan ibu hamil. Tak ada bahaya yang ditimbulkan oleh ibu hamil jika menjalani rapid tes sebelum melahirkan.
“Pemeriksaan rapid tidak mempengaruhi janin yang ada di dalam kandungan. Yang diambil darah di kapiler. Jadi itu untuk screening awal, reaktif, swab, positif, rujuk,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
