Terkini.id, Makassar – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar Irwan Adnan mengatakan, saat ini pihaknya tengah menggodok reklame digital untuk memberi warna yang berbeda di Kota Makassar.
Ia menegaskan hal itu untuk meningkatkan pajak reklame agar sesuai target.
“Nah kita mengajak untuk lebih ke arah reklame digital nanti supaya bisa mewarnai juga Kota Makassar dan dari segi estetika juga bisa lebih bagus. Sekarang kan eranya digitalisasi,” ujar Irwan usai diskusi media bersama Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) ihwal perkembangan ekonomi dan kebijakan publik Kota Makassar di Mal Trans Studio Makassar, Kamis, 3 Oktober 2019.
Kendati demikian, Irwan mengatakan, pajak reklame telah meningkat 300 persen dari Rp 9 miliar ke 14 miliar. Untuk tahun ini, pihaknya menarget pendapatan dari reklame sebesar Rp 53 miliar.
“Kalau dibanding capaian kita dia masuk sekitar 5 persen. Misalnya, capaian kita Rp 1 triliun dan mereka (reklame) hanya Rp 50 miliar. Tapi kalau kita lihat peningkatannya kan luar biasa. Ke depan kita akan tata lagi,” kata Irwan.
- DPRD Mamasa Pelajari Tata Kelola Pajak dan Retribusi di Bapenda Makassar
- TP2DD Makassar 2026: Digitalisasi Jadi Strategi Utama Dongkrak PAD
- Kepala Bapenda Makassar Dampingi Wali Kota Serahkan LKPD 2025 ke BPK Sulsel
- Bapenda Makassar Ambil Bagian di Musrenbang RKPD 2027, Perkuat Dukungan untuk Pembangunan Kota
- Bapenda Makassar Jadi Rujukan, BPKAD Merauke Datang Belajar Optimalisasi PAD
“Kalau saya lihat bisa tercapai tahun ini,” sambungnya.
Di tempat yang sama, Penjabat Wali Kota Makassar M Iqbal Samad Suhaeb mengatakan, selama tiga bulan terakhir pendapatan pajak di Kota Makassar meroket.
Ia mengatakan, terus menggenjot PAD secara masif terutama yang berkaitan dengan pajak hotel, rumah makan, restoran, bahkan hingga BPHTB.
“Kita tak mau lagi ada muncul kloning gayus. Sehingga tidak menggunakan cara lama. Sistem pembayaran secara elektronik, bukan langsung bayar tunai,” kata Iqbal.
Iqbal mengungkapkan tengah menghilangkan peluang untuk melakukan kecurangan dengan menggunakan sitem teknologi. Bahkan, kata dia, niat kecurangan juga bakal dihilangkan.
Ia juga bicara soal BPHTB terkait kawasan komersialisasi. Pihaknya saat ini tengah melakukan kajian mendalam terkait penempatan kawasan komersil dan yang bukan komersil.
“Namun tentu ada perbedaan dalam sesuatu tempat, sehingga banyak usulan untuk melakukan kompensasi-kompensasi,” ujarnya.
Iqbal juga mengatakan, selama ini para pengusaha sudah terbiasa memasukkan pajak ke dalam penjualan sementara tidak disetorkan ke Bapenda.
“Titipan konsumen untuk negara tak sampai. Itu yang akan kita berantas untuk meningkatkan PAD Kota Makassar,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
