Terkini.id, Makassar – Kepala Dinas Perdagangan Kota Makassar Nielma Palamba mengatakan akan terus mengembangkan industri kulit di Kota Makassar. Mengingat besarnya potensi kulit yang belum dimanfaatkan dengan baik.
“Makassar punya produksi berton-ton kulit basah per tahun,” kata Nielma kepada Makassar Terkini, Kamis 14 Maret 2019.
Kulit yang sudah disamak akan dibuat berbagai macam produk kerajinan. Seperti tas, dompet, dan sepatu. “Kualitas kulit kita sangat bagus,” ungkapnya.
Dinas Perdagangan sudah memiliki UPTD Kulit di Kecamatan Manggala. Karena persoalan administrasi lahan, UPTD belum bisa diberikan dana. Harus ada aset sendiri.
“Kalau mau dapat bantuan,” katanya.
UPTD Kulit beroperasi sejak 2015
Sejak tahun 2015, UPTD Kulit telah beroperasi dan menghasilkan kulit sapi yang siap diolah menjadi kerajinan berbahan dasar kulit seperti tas, dompet, ikat pinggang, sepatu, jok mobil, dan furniture.
Proses pengolahan selembar kulit sapi membutuhkan waktu dua Minggu. Diawali dengan proses pembersihan, pemipihan, penjemuran, pewarnaan hingga pengepakan.
Keseluruhan pengerjaannya dilakukan oleh tenaga kerja lokal yang terlatih.
Bahan baku yang diolah UPTD Kulit bersumber dari kulit Sapi yang disembelih di RPH (Rumah Potong Hewan) milik Pemerintah kota Makassar.
Selama dua minggu, UPTD Kulit Makassar mampu menghasilkan 1 ton kulit Sapi siap olah yang setara dengan 70 lembar kulit. Sekali berproduksi, bahan yang diolah minimal 500 kilogram.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.