Dinas Pertanian Mamasa Dukung Penuh Kostratani dan 17 BPP Telah Terkoneksi ke AWR Kementan

BPP Mamasa Siap Terkoneksi dengan AWR
BPP Mamasa Siap Terkoneksi dengan AWR

Titik masuk gerakan Komando Strategis Pembangunan Pertanian di kecamatan (Kostratani) adalah Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). Komando Strategis Pembangunan Pertanian memang menitikberatkan pada pusat kegiatan pembangunan pertanian di tingkat kecamatan yang kegiatannya berada di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang ada di kecamatan

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menggagas Kostratani berbasis BPP di kecamatan untuk mengatasi kendala dan tantangan peningkatan kapasitas dan kompetensi penyuluh pertanian agar peran dan fungsinya semakin optimal dalam mendukung kinerja pertanian.

Sementara, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menyampaikan bahwa seluruh gerakan pembangunan pertanian akan berpusat di BPP kecamatan, semua program pertanian berupa teknis baik dari pemerintah provinsi serta kabupaten akan ada di BPP.

Berdasarkan gagasan Mentan tersebut, Polbangtan Gowa selaku UPT yang berada dibawah kementerian pertanian melakukan pendampingan pada beberapa BPP yang ada di Sulawesi Barat termasuk BPP yang ada di Kabupaten Mamasa untuk menjadikan pilot project BPP model kostratani. Indikator pemilihan pilot project ini antara lain mencakup luas lahan pertanian, ketersediaan sarana dan prasarana, serta tentu tersedianya jaringan internet di daerah tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat yang diwakili Sekertaris Dinas Pertanian membuka secara langsung Sosialisasi Aplikasi Pelaporan Utama Kementerian Pertanian yang digagas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa. Kamis, (10/09).

Menarik untuk Anda:

Kegiatan dihadiri 34 penyuluh dari 17 BPP yang berada di Kabupaten Mamasa. Bersama penyuluh,Bernard menyampaikan bahwa Kabupaten Mamasa siap mendukung segala kebijakan kementan termasuk Kostratani dan berharap setelah kegiatan ini, semua BPP terkoneksi langsung dengan AWR yang berada di pusat.

Patut di apresiasi dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Pelaporan sangat penting, saat ini semua laporan tidak ada lagi yang manual, semua sudah melalui sistem online yang berbasis teknologi, diharapkan peningkatan SDM penyuluh.  Kata Bernard, saat ini Dinas Pertanian berjuang untuk melengkapi sarana IT pada setiap BPP yang berada Mamasa, sehingga menunjang kegiatan utama kementan.

Sebagai info buat Masyarakat. Bahwa Hari ini  Dinas Pertanian bekerjasama dengan Kementrian Pertanian, melaksanakan BIMTEK  berbasis E-RDKK, E-CPCL dalam sebuah aplikasi Pelaporan. Kegiatan ini difasilitasi oleh Polbangtan Gowa dimana Kabupaten Mamasa menjadi salah satu yg masuk wilayah kerjanya,” ungkap Bernard.

Karena tuntutan kecepatan pelaporan, maka Kementerian Pertanian,  memperkenalkan sistem aplikasi ini kepada Penyuluh Pertanian yg ada dilapangan. Tujuaanya, adalah memudahkan pendataan dan mempercepat informasi akan kebutuhan Petani dilapangan. Sehigga Para Penyuluh dapat melaporkan kegiatan dilapangan dgn sistem online tanpa harus datang ke Kabupaten tapi cukup dari kantor masing masing.

Dinas Pertanian berharap Kostratani yang di canangkan Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementrian Pertanian dapat sukses dengan Aplikasi E-RDKK dan E-CPCL ini. Salam sukses Para Penyuluh di Lapangan. Terus bergerak untuk Kemajuan Petani Kabupaten Mamasa,” pungkasnya.

Di tempat terpisah, Dr. Ir. Syaifuddin, M.P Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa yang merupakan lembaga dibawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian – Kementerian Pertanian diberikan tugas untuk melakukan pendampingan dalam ketersediaan data dan informasi pertanian, terlaksananya Program Utama Kementerian Pertanian serta terkoneksi BPP dengan AWR.

Menurut Syaifuddin, peran Kostratani nanti akan menjadi pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis dan pusat pengembangan jejaring kemitraan.

“Kiranya dengan terciptanya BPP sekabupaten Mamasa menjadi model kostratani nantinya dapat menggerakan para penyuluh pertanian yang ada di tingkat kabupaten untuk lebih proaktif dalam mendampingi petani, agar petani terus memiliki semangat dalam melaksanakan kegiatan mengolah lahan secara optimal dan maksimal peningkatan produksi, produktivitas dan kesejahteraan petani,” harapnya.

Sedangkan sosialisasi aplikasi program utama kementan bagi Penyuluh disampaikan Ir. H. Abd Azis Hamzah, MP dan Hairul, S.ST. Bimbingan tersebut disambut baik oleh penyuluh pertanian, melalui bimbingan tersebut akan lebih memperkuat BPP Mamasa sebagai Model BPP Kostratani untuk menjalankan peran sebagai pusat data dan informasi yang akan di hubungkan dengan AWR Kementan,” ujar Abd Azis.

Kementan khususnya Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) berupaya meningkatkan peran Kostratani menjadi pusat data dan pusat gerakan pembangunan pertanian, sehingga dapat mendukung petani meningkatkan produktifitas pertanian.”Kebijakan pusat pada gerakan pemberdayaan petani terpadu berbasis teknologi informasi diimplementasikan. (MUZ).

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Maju di KBMI, FIKOM UMI Sasar Tingkat Nasional

Tetap Produktif di Masa Pandemi, Ini yang Dilakukan Himatep FIP UNM

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar