Bertempat diruang rapat Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa diadakan pelatihan Drone untuk Pemetaan. Kegiatan ini merupakan rangkaian Bimbingan Teknik Teknologi Informasi yang dilaksanakan oleh Polbangtan Gowa guna mendukung program Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani). (3/3).
Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari SINAUGIS Jogjakarta yang merupakan lembaga pendidikan yang mengkhususkan melatih kompetensi “Drone for Mapping”.
Awal pertemuan diisi oleh pendahuluan untuk mengenalkan Drone kepada peserta, peserta merupakan penyuluh pertanian yang berasal dari Kabupaten Toraja, Toraja Utara dan Kabupaten Enrekang yang merupakan wilayah tanggungjawab Polbangtan Gowa.
Dalam SK Menteri bernomor 84/KPTS/OT.050/M/I/2020 wilayah tanggungjawab Polbangtan Gowa adalah Kabupaten Toraja dan Toraja Utara, kami mengikutkan peserta dari Kabupaten Enrekang karena kami mempunyai MoU sebelumnya dengan Pemkab, jelas Kartika Ekasari selaku penanggungjawab Kostratani Polbangtan Gowa.
Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertanian memang mengharapkan agar para penyuluh ditingkatkan kemampuannya terutama bidang teknologi. Salah satunya memanfaatkan Drone untuk memetakan lahan.
- Studium Generale di Unismuh, Wamendiktisaintek Tekankan Mutu, Akses, dan Relevansi
- Fatmawati Rusdi Apresiasi Buku 'BupAAS: Jalan Pengabdian', Karya Inspiratif Penuh Referensi
- Andi Iwan Darmawan Aras Terpilih Aklamasi Pimpin HNSI Sulsel 2026--2031, Siap Perjuangkan Kesejahteraan Nelayan
- Peringati Hari Lingkungan Hidup, PJM Tanam 20 Ribu Pohon di Maros
- Tazkiyah Group Beri Hadiah Haji Khusus Gratis di Momen Perayaan Tahun Baru 1448 Hijriah
Syahrul sepakat konsep bertani menggunakan teknologi saat ini menjadi sebuah keharusan dalam meningkatkan produktivitas pangan di Tanah Air. Kehadiran drone yang dipadukan dengan aplikasi digital pun bisa digunakan untuk memetakan tantangan yang dihadapi petani.
“Saya ingin mengatakan bahwa kita tidak menisbikan kekuatan atau kemajuan teknologi yang ada dan bagian dari bagaimana membangun produktivitas yang makin baik dan biaya produksi yang makin rendah itu harus dituju,” kata Syahrul ditemui di kompleks perkantoran Kementan, Jakarta, Senin, 11 November 2019.
Ia memastikan aplikasi drone bukan untuk menghilangkan lapangan pekerjaan terutama petani tradisional. Para petani bahkan bakal menerima manfaat yang lebih besar dengan bantuan teknologi.
“Kami uji coba lapangan dulu. Kita ini penduduk dengan jumlah demografi yang sangat besar. Penerapan ini harus bijaksana, tentu berproses,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
