Banyak langkah yang telah dilakukan masyarakat dalam upaya pencegahan paparan Covid-19, seperti stay at home, rajin cuci tangan, dan jaga jarak. Langkah lain yang bisa dilakukan adalah menjaga sistem imun atau daya tahan tubuh agar tetap sehat.
Supaya badan sehat, masyarakat mesti mengonsumsi makanan bergizi.
Produk pertanian seperti buah dan sayur adalah makanan bergizi yang terbukti mampu meningkatkan kekebalan (imunitas) tubuh.
“Setidaknya masyarakat wajib mengonsumsi buah dan sayur yang mengandung vitamin C dan E. WHO sudah menganjurkan agar kita mengonsumsi sayuran sebanyak 150 gram dan buah 250 gram per hari,” tegas ahli gizi masyarakat dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Ali Khomsan, beberapa waktu lalu.
Untuk mendapatkan buah dan sayur dengan mudah, masyarakat dapat menanamnya sendiri di pekarangan rumah dengan memanfaatkan lahan yang tersedia dan dapat dilakukan dengan berbagai metode.
- Siang Terik, Malam Remang, Jejak Pengabdian Satgas TMMD Ke-128 yang Tak Pernah Padam
- Investor Asal Jerman Siap Bangun PLTB 100 MW di Sidrap, Bupati: Ini Peluang Besar
- Wakil Ketua Komisi D DPRD Sulsel Siap Kawal Sengketa Lahan Warga Pinrang ke DPR RI
- Percepat Penurunan Stunting, Wakil Bupati Sidrap dan TP PKK Intensifkan PMT Berbasis Pangan Lokal
- Briton English Education Jadi Sponsor Utama Inersia Royal Championship 2026 di Makassar
Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa memilih metode Hidroponik Sistem Wick sebagai bahan penyuluhannya kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar yang ada di Kelurahan Bukaka Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone.
“Masyarakat sangat antusias dalam sesi penyuluhan ini. Mereka menyadari bahwa dengan sistem tanam ini ternyata mudah, apalagi dapat memanfaatkan barang bekas seperti botol dan paralon. Selain masa tanam yang singkat, metode ini juga tidak membutuhkan pestisida, tentunya gizi yang dihasilkan juga baik,” jelas Rafika Dewi Pratiwi, mahasiswa tingkat akhir Polbangtan Gowa.
Rafika menuturkan bahwa pekarangan yang ada di tengah masyarakat selain dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan pangan yang dikonsumsi sendiri, juga dapat menghasilkan rupiah dan membantu penghasilan keluarga.
Apa yang dilakukan Rafika sangat sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang selalu mengatakan bahwa masyarakat harus terus tercukupi kebutuhan pangannya karena ini yang menjadi kekuatan bangsa. Di tengah serangan virus Covid-19, pertanian menjadi sumber kekuatan dan penyelamat bangsa,” kata SYL.
Arahan tersebut dipertegas oleh Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, “Petani dan penyuluh terus bekerja untuk menyediakan pangan bagi 267 juta jiwa rakyat Indonesia, tentunya dengan mengikuti protokol pencegahan Covid-19 dimanapun berada,” tegas Dedi.
(KISS/WLN8)
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
