Tingkatkan Kualitas Pendidikan Vokasi, Kementan Lakukan FGD Kurikulum

Terkini.id, Gowa – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Kementerian Pertanian (Kementan) merupakan pendidikan vokasi yang menjadi salah satu kekuatan pertanian di masa depan. Khususnya dalam mempersiapkan pertanian untuk lebih maju, mandiri dan modern. 

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Kementerian Pertanian memperkuat pendidikan vokasi dengan memperkuat kurikulum.  

“Mengusung konsep pendidikan vokasi Kementan berupaya membangun kemandirian petani daerah dan kemandirian nasional guna memenuhi kebutuhan kita,” tutur Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Baca Juga: 30 Petani Milenial Gowa Siap “Beraksi” di Food Estate Sumba...

Menteri Syahrul meminta  Polbangtan  sebagai pelaksana pendidikan vokasi terus berinovasi dalam melahirkan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang siap kerja. Bahkan, SDM yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan  ketika terjun ke masyarakat.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia  Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan), Dedi Nursyamsi mengatakan melalui Polbangtan nantinya akan cetak banyak milenial yang akan melanjutkan pembangunan pertanian.

Baca Juga: Jeli Manfaatkan Peluang, Petani Milenial di Bantaeng Raup Sukses Melalui...

“Kedepan alumni dari Polbangtan ini akan menjadi qualified jobseeker dan job creator,” ujar Dedi.

Untuk mendukung terbentuknya kompetensi lulusan sebagai Job Creator, Polbangtan Gowa bersama dengan Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) melaksanakan Forum Group Discussion (FGD) Evaluasi dan Integrasi Kurikulum Hotel Remcy Makassar, Senin, 28 Juni 2021.

Kegiatan yang dilaksanakan hingga 30 Juni 2021, diikuti oleh 65 peserta yang berasal dari Dosen, Koordinator, Kabag Umum, Sub Koordinator, Calon Dosen, PLP, calon PLP dan Tenaga Kependidikan.

Baca Juga: Jeli Manfaatkan Peluang, Petani Milenial di Bantaeng Raup Sukses Melalui...

Sebagai narasumber, Polbangtan Gowa menghadirkan unsur dunia usaha, dunia industri, akademik dan pemerintah.

Kepala Pusdiktan, Idha Widi Arsanti, dalam arahannya secara virtual menyampaikan dengan tagline baru yakni “Petani Muda Keren” kita harus siap mendorong dan membangun SDM Pertanian. 

“Kita ketahui bersama bahwa pendidikan tinggi vokasi pertanian ini, berharap adanya peningkatan peran kerja sama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dalam pendidikan vokasi utamanya pertanian. Tujuh Polbangtan  terus kita dorong sebagai keterwakilan pendidikan vokasi yang betul-betul nyata. Olehnya itu kita harus melakukan reformasi, penguatan sistem kompetensi juga penguatan peralatan pendidikan,” papar Santi.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Polbangtan Gowa,  menyampaikan ada beberapa komponen standar yang harus kita ikuti yakni standar kelulusan, standar proses, standar isi, standar sarana prasarana, standar pendidikan dan standar evaluasi.

Standar evaluasi ini termasuk kegiatan yang berhubungan kegiatan kita hari ini, standar evaluasi bisa dilakukan oleh intern Polbangtan Gowa, perguruan tinggi dan juga bisa dilakukan diluar UPT,” jelas Syaifuddin.

Tambah Syaifuddin, dalam rangka menghasilkan profil lulusan wirausaha, PWMP yang diberikan kepada mahasiswa dan alumni Polbangtan Gowa. Program YESS juga merupakan program dengan anggaran dari IFAD yang tujuannya adalah mencetak wirausahawan muda pertanian.

“Proses pembelajaran oleh kurikulum yang ada nantinya jangan menjadi belenggu untuk capaian pembelajaran lulusan yang diharapkan. Maksimalkan TEFA sebagai model pembelajaran dengan model atau prinsip pengelolaan TEFA adlaha bisnis. Reformasi kurikulum harus dilakukan secara total untuk mendukung program jangka panjang untuk menghasilkan outcome pendidikan vokasi pertanian sebagai entrepreneur,” ujarnya.

Bagikan