Terkini.id, Makassar – Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar, Mariani, mengungkapkan telah menerima banyak laporan mengenai gigitan hewan penular rabies (GHPR). Namun, hingga saat ini belum ada laporan kasus rabies yang terkonfirmasi.
“Dalam hal gigitan hewan penular rabies, laporan memang banyak, tetapi laporan kasus rabies itu sendiri belum ada,” kata Mariani, Senin, 26 Juni 2023.
Dalam catatan Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, sepanjang Januari hingga Mei 2023, terdapat sekitar 3.094 kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) dengan 7 orang yang meninggal dunia akibat rabies.
Untuk mencegah penyebaran rabies, Mariani mengatakan penting untuk mendeteksi apakah hewan tersebut mencurigakan atau menjadi penular rabies. Dia juga mengingatkan pemilik hewan peliharaan untuk melakukan vaksinasi, terutama pada anjing dan kucing.
Mariani menyebut bahwa vaksinasi rabies pada hewan peliharaan dapat dilakukan di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang tersedia di Kota Makassar. Dengan vaksinasi tersebut, diharapkan kekebalan tubuh hewan peliharaan dapat meningkat, sehingga jika hewan tersebut menggigit manusia atau hewan peliharaan lainnya, penularan rabies dapat dicegah.
- Respons Kilat! Dinkes Makassar Tindaklanjuti Aduan Warga Lewat LONTARA+
- Makassar Dinobatkan Kota KTR Terbaik, Tapi Perjuangan Belum Usai
- Rayakan Kemerdekaan, Hyundai Gowa Sediakan Puluhan Unit Ambulance Untuk Dinkes Kota Makassar
- Lawan Polio, Makassar Targetkan Imunisasi 184.000 Anak
- 2,535 Warga Makassar Terlayani Home Care Dottoro'ta di Semester Pertama 2024
Selain itu, Mariani menyebut bahwa vaksin rabies untuk manusia juga tersedia di puskesmas di Kota Makassar dan disediakan secara gratis. Namun, tidak semua puskesmas memiliki stok vaksin rabies karena alokasi vaksin tersebut terbatas dan diberikan oleh Dinkes Sulsel.
Mariani menambahkan bahwa stok vaksin hanya dialokasikan ke puskesmas besar dan daerah dengan kasus gigitan hewan yang tinggi serta populasi hewan yang besar.
“Jumlah vaksin yang tersedia di puskesmas dapat mencapai 20 orang, dan jika stok vaksin berkurang, kita akan meminta tambahan dari Dinkes Provinsi,” kata dia.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
