Terkini.id, Jakarta – Politikus PDI Perjuangan (PDIP), Hendrawan Supratikno merespons prediksi wacana PDIP-Gerindra melawan Golkar-NasDem pada Pilpres 2024 mendatang.
Hendrawan mengaku tidak ingin berspekulasi. Menurutnya, seorang politisi tidak bisa berperan sebagai pengamat.
Lebih lanjut dikatakan bahwa persoalan koalisi Pilpres dan Pemilu 2024, masih melalui proses panjang. Saat ini belum ada urgensi untuk membahasnya.
“Jadi kami tidak boleh berperan sebagai pengamat. Soal-soal koalisi, Pilpres dan lain-lain, masih jauh, sehingga tidak ada urgensi kami untuk mengulasnya,” ujar Hendrawan, Kamis 4 November 2021.
Kemudian, Hendrawan juga menerangkan bahwa kader PDIP tidak boleh berspekulasi dan berimajinasi terkait politik. Semua kader harus taat asas dan disiplin terhadap perintah partai.
- Nelli Kamal Sebut Rakernas PDI Perjuangan Ajang Konsolidasi dan Membangkitkan Semangat Juang untuk Rakyat
- Rekomendasi Eksternal PDIP Suarakan Reformasi Sistem Politik dan Independensi Penegak Hukum
- PDI Perjuangan Sulsel Siap Gelar Konferda VI dan Konfercab 24 Kabupaten/Kota di Makassar
- Real Count KPU Rilis Sembilan Parpol Lolos ke Senayan
- Mantan Dosen IAIN Alauddin Makassar Prof Hamka Haq Tutup Usia
“Kalau kami di partai harus taat asas dan disiplin, hanya bicara apa yang diputuskan partai,” ujar Hendrawan.
Diketahui sebelumnya, bahwa Pengamat Politik Gun Gun Heryanto melihat kemungkinan adanya tiga poros koalisi di Pemilihan Presiden 2024 mendatang.
Ia menyebutkan, di antaranya yaitu poros PDIP-Gerindra melawan Golkar-NasDem.
Lebih lanjut, Gun Gun menyatakan bahwa ia menduga hal tersebut dari melihat pergerakan aktor-aktor partai politik yang memiliki kecenderungan di Pilpres nantinya.
Menurutnya, kemungkinan di poros pertama akan diisi PDIP dan Gerindra. Poros kedua ada NasDem, Golkar dan PKS. Sedangkan di poros ketiga akan diisi oleh partai-partai menengah, seperti PKB, PPP, PAN, dan Demokrat, dilansir dari TribunNews.
Selanjutnya, Gun Gun menyampaikan bahwa poros pertama akan mencalonkan pasangan capres Prabowo Subianto dan cawapres Puan Maharani.
“Secara chemistry tidak ada masalah Prabowo dan Mega. Kedua, akan diinisiasi oleh Golkar dan NasDem. Golkar akan menjadikan Airlangga sebagai kandidat yang didorong. Entah itu RI 1 atau RI 2,” ucap Gun Gun, Rabu 3 November 2021.
Lebih lanjut ditambahkan oleh Gun Gun bahwa Airlangga bisa dipasangkan dengan sejumlah kepala daerah yang memiliki tingkat keterpilihan cukup tinggi. Seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Sedangkan, untuk poros ketiga akan dimotori oleh partai-partai tengah. Namun, menurut Gun Gun, butuh sosok atau figur kuat yang bisa diterima oleh semua partai.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
